Palapanews.com – Lamang Tapai Uni Dewi menjadi salah satu pilihan tenant favorit pada gelaran FKS ke-14 Summarecon Mall Serpong. Kuliner tradisional khas Minangkabau ini, banyak diburu kuliner lovers karena rasanya yang autentik.
Turut meramaikan Festival Kuliner Serpong (FKS) ke-14 yang mengangkat tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera”, Lamang Tapai Uni Dewi tidak tanggung-tanggung mendatangkan bahan-bahan utama olahannya langsung dari kampung asalnya Padang. Karena itu, soal rasanya bisa dijamin asli.
Pada Festival Kuliner Serpong ke-14 tahun ini, Summarecon Mall Serpong menghadirkan kekayaan kuliner autentik dari berbagai daerah di Pulau Sumatera, tentunya dengan kurasi yang ketat untuk menjaga kualitas rasa kuliner yang dihadirkan termasuk Lemang Tapai Uni Dewi.
Lemang Tapai ini, dikenal sebagai makanan tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat, berupa perpaduan lamang yang gurih dan tapai ketan hitam yang manis legit saat dikunyah, memanjakan selera penikmat kuliner tradisional.
Lamang dibuat dari bahan beras ketan yang dimasak dengan santan di dalam ruas bambu berlapis daun pisang dengan cara dibakar. Sedangkan Tapainya terbuat dari beras ketan hitam yang difermentasi dengan ragi, menghasilkan rasa manis, asam, dan sedikit hangat, segar saat dinikmati dingin dingin.

Dalam budaya Minangkabau, lamang dan tapai adalah satu kesatuan kuliner yang sering hadir di momen khusus saat hari raya, bulan Ramadan, atau acara adat. Namun saat ini Lamang Tapai bisa ditemui dan dinikmati kapan saja.
Pada FKS ke-14 Lamang Tapai Uni Dewi menyajikan beragam varian yang terdiri dari; Lamang Potongan – Ketan Putih, Lamang Potongan – Ketan Hitam, Lamang Potongan – Pisang, Lamang Porsian – Pisang, Lamang Porsian – Vla Durian, Lamang 1 Bambu – Ketan Putih, Lamang 1 Bambu – Ketan Hitam, Lamang 1 Bambu – Pisang.
“Bahan ketan hitamnya khusus kita datangkan langsung dari kampung, karena kalo dari sini beda rasanya,” ucap Uda Joni owner Lamang Tapai Uni Dewi saat dijumpai di sela kesibukannya melayani pembeli di stand FKS ke-14 SMS.
“Alhamdulillah respon pengunjung sangat bagus, festival kuliner ini sangat membantu kita jadi lebih dikenal oleh masyarakat. Lamang Tapai ini asli makanan minang turun temurun, makanan tradisi di kampung,” tambah Uda Joni sumringah karena tampak deretan pembeli mengantri di depan stand dagangannya.
Menurutnya setiap bilah bambu olahan Lamangnya bisa dipotong-potong menjadi tujuh hingga delapan potong. Pembeli bisa membeli beberapa potong ataupun satu bilah bambu utuh dengan harga yang berbeda.

Untuk Lamang potongan plus ketan dibandrol seharga Rp. 25.000 hingga 45.000 rupiah. Sedangkan untuk Lamang satu bambu plus ketan dijual seharga 120.000 rupiah. Selain menjual Lamang stand ini, juga menjual aneka minuman.
“Selain di acara Festival Kuliner Serpong SMS ini, toko kita ada di Cikarang,” ucap Uda Joni.
Summarecon Mall Serpong (SMS) menghadirkan Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026 berlangsung pada13 Agustus – 13 September 2026 di Area Parkir Timur SMS. Setiap hari buka arena FKS ke-14 ini, selalu dipadati pengunjung terutama di akhir pekan.
SMS kembali menghadirkan gelaran tahunan FKS, konsisten merayakan kekayaan kuliner nusantara sejak pertama kali digelar tahun 2011. FKS kali ini, menyajikan sajian autentik dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, hingga Lampung dalam satu destinasi.
Adapun tenant favorit lainnya; ada Es Kacang Merah Asuk Koboy Palembang sejak 1989, Sate Padang Pariaman Putra Koto, Soto Padang & Mie Tahu Uni Vina, Si Paling Si Padang Keliling, Pisang Kapik dan Pisang Santan Sutan Muda. (bd)
