Palapanews.com- Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang dinilai lebih membutuhkan tambahan Dewan Pengawas ketimbang membentuk Forum Pelanggan. Penambahan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kontrol terhadap kinerja direksi hingga jajaran pegawai perusahaan milik Pemerintah Kota Tangerang itu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Poros Tangerang Solid (Portas), Hilman Santosa, Sabtu (5/9/2026). Menurutnya, jumlah pelanggan Perumda TB yang kini telah mencapai lebih dari 100 ribu menjadi salah satu alasan perlunya penguatan fungsi pengawasan.
Hilman mendorong Wali Kota Tangerang selaku pemilik BUMD untuk menambah komposisi Dewan Pengawas Perumda TB. Saat ini, menurut dia, Dewan Pengawas hanya diisi satu orang dari unsur Pemerintah Kota Tangerang.
“Jumlah pelanggan Perumda Tirta Benteng sudah lebih dari 100 ribu pelanggan sehingga dibutuhkan tambahan dewan pengawas untuk mengontrol kinerja dari direksi hingga pegawai Perumda Tirta Benteng,” ujar Hilman.
Ia mengusulkan tambahan Dewan Pengawas berasal dari kalangan akademisi atau profesional serta perwakilan pelanggan. Dengan komposisi tersebut, pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Menurut Hilman, penguatan pengawasan semakin penting karena Perumda TB tengah menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam jangka waktu panjang.
“Kepala daerah pasti berganti, direksi juga akan berganti karena masa jabatannya hanya lima tahun. Kalau beruntung bisa bertambah lagi lima tahun. Pimpinan pasti berganti, tapi Perumda Tirta Benteng pasti selalu ada untuk melayani masyarakat akan air bersih,” katanya.
Karena itu, Hilman menilai keberadaan Dewan Pengawas yang kuat dibutuhkan untuk memastikan keberlangsungan pengelolaan Perumda TB tidak bergantung pada pergantian kepala daerah maupun direksi.
Di sisi lain, Hilman turut mengkritik pembentukan Forum Pelanggan Perumda TB. Menurutnya, forum tersebut tidak lagi relevan dengan perkembangan sistem pelayanan berbasis digital yang sudah tersedia.
“Untuk apa ada Forum Pelanggan, sekarang sudah zamannya digital, pelanggan sudah bisa langsung memberikan saran, kritik hingga keluhan di aplikasi yang dimiliki Perumda Tirta Benteng, Si Ganteng,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan kanal digital seharusnya terus diperkuat, bukan justru kembali membuat mekanisme layanan secara manual.
“Wali Kota selaku owner seharusnya dapat membaca lebih maju lagi untuk perkembangan dan kemajuan Perumda Tirta Benteng. Lah ini malah dibuat manual lagi. Ampun dah ini, masukan dari mana sih ini Wali Kota,” katanya.
Kritik terhadap Forum Pelanggan juga disampaikan Ketua Gema Kosgoro Kota Tangerang, Basuni. Ia menilai Perumda TB seharusnya lebih fokus meningkatkan kualitas layanan air bersih seiring bertambahnya jumlah pelanggan.
“Maksimalkan lagi layanan air bersih agar masyarakat dapat menikmati hasilnya dengan baik. Tapi, bukan malah membentuk Forum Pelanggan yang tidak sebanding dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujar pria yang akrab disapa Ibas tersebut.
Ia juga mengkhawatirkan keberadaan Forum Pelanggan justru menambah beban perusahaan apabila pembentukannya diikuti pembiayaan tertentu dari Perumda TB.
“Dikhawatirkan bisa membebani Perumda Tirta Benteng karena mereka (Forum Pelanggan) di-SK-kan oleh Perumda Tirta Benteng,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin selaku pemilik Perumda TB belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat terkait usulan penambahan Dewan Pengawas.
Konfirmasi juga dilakukan kepada jajaran Perumda TB mengenai anggaran yang digunakan dalam proses pelantikan Forum Pelanggan yang turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Tangerang.
Direktur Utama Perumda TB Doddy Effendi mengatakan pihaknya akan mengecek informasi tersebut.
“Nanti dicek ya,” ucap Doddy.
Sementara itu, Dewan Pengawas Perumda TB Yetti Rohaeti mengarahkan pertanyaan terkait detail anggaran kepada Direktur Umum.
“Ke Pak Dirum yang tahu detailnya,” terang Yetti. (ydh)
