Pelantikan Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng Banjir Kritik

Palapanews.com- Pelantikan Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang di halaman Kantor Perumda TB, Jumat (4/9/2026), menuai kritik. Sejumlah pelanggan mempertanyakan mekanisme pembentukan forum yang dinilai minim transparansi dan belum mencerminkan keterwakilan pelanggan.

Sejumlah pelanggan mengaku tidak pernah mendapat informasi maupun dilibatkan dalam proses pembentukan forum, termasuk pemilihan pengurus. Padahal, mereka merupakan pelanggan layanan Perumda TB.

Kritik juga muncul terhadap keberadaan forum tersebut yang dinilai berpotensi menambah jalur birokrasi pengaduan. Pasalnya, Perumda TB telah memiliki sistem pengaduan digital melalui aplikasi SIGANTENG, sementara masyarakat Kota Tangerang juga dapat menyampaikan aduan melalui fitur LAKSA pada aplikasi Tangerang LIVE.

Salah seorang pelanggan Perumda TB di Kecamatan Cipondoh mengaku tidak mengetahui adanya pembentukan maupun pelantikan Forum Pelanggan Perumda TB.

“Belum tahu (adanya Forum Pelanggan Perumda TB). Belum ada sih (pemberitahuan),” ujar pelanggan yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi, Jumat (4/9/2026).

Hal serupa disampaikan Imron, pelanggan Perumda TB di wilayah Kecamatan Tangerang. Ia mempertanyakan mekanisme pembentukan forum yang menurutnya tidak pernah disosialisasikan kepada pelanggan.

“Justru saya tidak tahu ada itu. Pemberitahuan atau mengumpulkan pelanggan pun tidak ada,” ujar Imron.

Menurutnya, pembentukan forum semestinya melibatkan pelanggan dari berbagai wilayah sehingga pengurus yang terbentuk benar-benar merepresentasikan konsumen Perumda TB.

“Mekanismenya seperti apa kami tidak tahu, tiba-tiba langsung dilantik. Harusnya dikumpulkan dulu perwakilannya,” katanya.

Imron juga mempertanyakan urgensi forum tersebut jika fungsinya hanya berkaitan dengan penyampaian pengaduan pelanggan. Menurut dia, Perumda TB sudah memiliki kanal pengaduan berbasis digital.

“Zaman sudah canggih, pengaduan sudah ada online, jangan dibikin rumit. Tidak perlu lagi forum kalau cuma untuk pengaduan,” sambungnya.

Di sisi lain, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut keberadaan Forum Pelanggan memiliki urgensi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat.

“Urgensinya kita butuh komunikasi, informasi, dan aspirasi masyarakat terkait keluhan-keluhan. Forum ini sebagai corong agar kita lebih cepat mengatasi persoalan PDAM,” ujar Sachrudin.

Namun, pernyataan Sachrudin mengenai keberadaan forum sebagai sarana komunikasi juga memunculkan pertanyaan setelah ia menyebut adanya kemungkinan pemberian honor kepada pengurus.

“Ya. Ada honornya mungkin ya. Nanti ditanyakan saja sama Pak Dirut,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi membantah adanya gaji untuk pengurus Forum Pelanggan Perumda TB.

“Tidak ada,” kata Doddy saat dikonfirmasi mengenai gaji bagi pengurus forum.

Meski demikian, ketika ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya honor atau bentuk kemitraan bagi pengurus forum, Doddy belum memberikan jawaban.

Sorotan lain berkaitan dengan keterwakilan pelanggan. Sejumlah pelanggan menilai proses pembentukan forum semestinya dilakukan secara terbuka dengan melibatkan konsumen dari berbagai wilayah pelayanan Perumda TB.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena forum yang mengatasnamakan pelanggan diharapkan mampu menjadi wadah penyampaian aspirasi secara representatif, bukan justru menambah jalur pengaduan yang sebelumnya telah tersedia secara digital.

Dalam pelantikan yang berlangsung di Kantor Perumda Tirta Benteng tersebut, turut hadir Wali Kota Tangerang serta sejumlah pejabat setingkat eselon II. Para peserta juga terlihat mengenakan seragam berupa kaos putih bergaris dengan tulisan Perumda TB Kota Tangerang. (ydh)