Festival SkyAvenue 2026 Raih Rekor MURI, Nadhif Safei Daulay Ungkap Kunci Kesuksesan

Palapanews.com- Festival musik terbesar persembahan dari SMA Labschool Kebayoran yakni SkyAvenue 2026 di Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu (1/8/2026) berjalan sukses dan meriah.

Penampilan sejumlah musisi ternama seperti RAN, Raisa, Kahitna, Dia X Naykilla, Dewa 19 feat Arlissa, serta Marcello Tahitoe (Ello) sukses menghibur ribuan penonton yang memadati lokasi acara dan menciptakan suasana meriah dengan bernyanyi bersama sepanjang pertunjukan.

Keberhasilan SkyAvenue 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan mampu melahirkan sebuah festival berskala besar yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan positif bagi masyarakat.

Kesuksesan penyelenggaraan SkyAvenue 2026 tidak lepas dari peran Nadhif Safei Daulay sebagai Ketua Panitia sekaligus Penanggung Jawab acara.

Di bawah koordinasinya, festival seni tahunan yang digagas siswa SMA Labschool Kebayoran tersebut berhasil mencetak berbagai pencapaian, mulai dari penjualan 7.000 tiket yang ludes terjual hingga meraih Rekor MURI melalui instalasi utama berbahan kain bekas.

Nadhif mengungkapkan bahwa persiapan SkyAvenue 2026 dilakukan selama kurang lebih 10 bulan.

Seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan melibatkan lebih dari 500 siswa SMA Labschool Kebayoran yang tergabung sebagai panitia tanpa menggunakan bantuan event organizer (EO).

Mengusung tema Ascension of the Eterniverse, SkyAvenue 2026 menghadirkan konsep empat realm, yaitu hutan, laut, kota, dan es. Melalui tema tersebut, panitia ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan di tengah ancaman pemanasan global.

“Tema yang diangkat scension of the eterniverse yang menggabungkan realm (hutan, laut, kota, dan Es) yang dimana di setiap realm tersebut kami mau meng-highlight masalah isu lingkungan yang terjadi di dunia nyata sebagai bentuk komitmen kami terhadap permasalahan pemanasan global,” ujar Nadhif.

Pesan tersebut diwujudkan melalui berbagai elemen dekorasi hasil kolaborasi para siswa.

Selain mempercantik area festival, dekorasi juga menjadi media edukasi bagi pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Bahkan, Nadhif menggandeng Setali Indonesia untuk donasi kain guna meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan.

“Kolaborasi tersebut dilakukan guna meningkatkan awarness masyarakat umum yang datang ke skyavenue 2026 akan isu lingkungan yang terjadi dan juga sebagai reminder bahwa kita bisa melakukan sesuatu seperti salah satu nya adalah recycle kain bekas dan menjadikan nya monumen dekorasi yang indah,” paparnya.

Komitmen terhadap isu keberlanjutan itu membuahkan hasil membanggakan.

SkyAvenue 2026 berhasil mencatatkan Rekor MURI melalui instalasi utama berupa replika pohon terbesar yang dibuat dari bahan kain bekas.

Karya tersebut menjadi simbol kepedulian siswa terhadap konsep sustainability sekaligus menunjukkan bahwa limbah tekstil dapat diolah menjadi karya seni bernilai tinggi.

Selain mengusung isu lingkungan, Nadhif menegaskan bahwa SkyAvenue 2026 dibangun di atas tiga nilai utama.

“Pertama adalah keberlanjutan, yang diwujudkan melalui pengangkatan isu lingkungan dalam konsep dekorasi. Kedua, kemandirian, karena seluruh proses penyelenggaraan dikerjakan sendiri oleh siswa SMA Labschool Kebayoran tanpa melibatkan EO. Ketiga, kesuksesan, yang tercermin dari penjualan 7.000 tiket yang habis terjual serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap acara tersebut,” tutup Nadhif. (nad)