Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sukses mencuri perhatian dalam Forum Lingkungan Hidup yang digelar sebagai rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-18 di Kota Medan, Selasa (30/6/26).
Membawa komitmen nyata dalam menekan emisi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dipercaya menjadi salah satu narasumber utama untuk memaparkan keberhasilan penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Ary Sudijanto, memberikan pandangan serta evaluasinya terkait langkah inovatif pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang kini tengah digalakkan oleh Pemerintah Kota Tangerang.
“Metode RDF ini merupakan metode yang baik selama memang ada off-taker yang berada di sekitar lokasi di mana sampah itu dihasilkan. Tangerang mempunyai kesempatan untuk itu karena di dekatnya memang ada beberapa pabrik semen,” ujar Ary.
Menurutnya, meski berpotensi besar sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan industri semen, evaluasi KLH mencatat volume sampah terkelola Kota Tangerang masih perlu digenjot. Komitmen penuh sebagai kota penyangga ibu kota sangat dinantikan untuk memaksimalkan potensi ini.
“Berdasarkan penilaian KLH, sampah terkelola di Tangerang masih rendah. Namun, sebagai penyangga ibu kota, Kota Tangerang punya potensi besar melakukan lompatan besar dalam perbaikan lingkungan lewat RDF,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi menyampaikan, pihaknya mendapatkan kepercayaan di Forum APEKSI ke-18 Medan untuk memaparkan kontribusi teknologi RDF dalam mereduksi volume sampah di Kota Tangerang.
“Alhamdulillah, hari ini DLH Kota Tangerang menjadi salah satu narasumber di Forum Lingkungan Hidup APEKSI ke-18. Kami diberikan kepercayaan untuk memaparkan bagaimana Kota Tangerang hari ini dengan teknologi RDF-nya ikut mereduksi sampah yang ada,” ucap Wawan.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan oleh kota-kota lain, termasuk rencana Dinas LH Surabaya yang menyatakan kesediaannya untuk melakukan studi komparasi langsung ke Kota Tangerang.
“Forum APEKSI ini merupakan momentum tepat bagi kami untuk saling berbagi informasi dan mentransfer pengalaman, terutama dalam mendorong gerakan pengurangan sampah yang lebih masif di Indonesia,” sambungnya. (ydh)
