Palapanews.com- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Ar Ruhamaa melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Perumahan Griya Cimangir, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung usai pelaksanaan salat Id, dengan melibatkan panitia dan warga sekitar yang bergotong royong dalam proses pemotongan hingga pendistribusian daging kurban.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Ar Ruhamaa, Yussanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jumlah hewan kurban yang diterima tahun ini mencapai 8 ekor sapi dan 4 ekor kambing.
“Alhamdulillah kami telah menerima 8 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Tujuh ekor sapi dan empat kambing berasal dari warga Griya Cimangir, serta satu ekor sapi dari NBS PT Kode Aplikasi Indonesia yang telah empat kali mempercayakan penyaluran kurban di Masjid Ar Ruhamaa,” kata Yussanto.
Ia juga menyebutkan adanya partisipasi donatur dalam program kurban anak yatim. “Tahun ini terdapat dua anak yatim dari Lbaby yang dapat turut berkurban. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi,” ujarnya.

Pelaksanaan penyembelihan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB di halaman masjid. Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi, tidak hanya untuk menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pemotongan, pencacahan, hingga pengemasan daging kurban.
Suasana kebersamaan terlihat kental. Para jamaah saling bahu-membahu, mulai dari proses penyembelihan sesuai syariat, pengulitan, pemotongan daging, hingga penimbangan dan pengemasan. Kaum ibu turut berperan dalam menyiapkan konsumsi bagi panitia, sementara anak-anak menyaksikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari edukasi keagamaan.
Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga Perumahan Griya Cimangir dan masyarakat sekitar yang berhak menerima. Pembagian dilakukan secara tertib oleh panitia dengan sistem kupon untuk memastikan pemerataan.

Sebelumnya, dalam khutbah Idul Adha, Ustadz Sanusi menyampaikan pesan tentang makna kesabaran dan ketaatan melalui kisah Nabi Ibrahim. Ia mengisahkan bagaimana Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail, sebagai ujian keimanan.
Dalam kisah tersebut, Nabi Ibrahim menunjukkan ketaatan tanpa ragu, sementara Nabi Ismail juga menerima perintah itu dengan penuh keikhlasan. Namun, ketika perintah itu hendak dilaksanakan, Allah menggantinya dengan seekor hewan sebagai bentuk rahmat dan bukti bahwa keduanya telah lulus dalam ujian keimanan.
Menurut Ustadz Sanusi, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting tentang keikhlasan, kesabaran, dan ketundukan kepada kehendak Allah. Nilai-nilai itu, kata dia, harus tercermin dalam pelaksanaan ibadah kurban, tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.
Melalui kegiatan ini, DKM Masjid Ar Ruhamaa berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Griya Cimangir terus terjaga, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. (red)
