Kota Deltamas Bidik Prapenjualan Rp2,08 Triliun pada 2026, Transformasi dari Kawasan Industri Jadi Kota Mandiri Modern Kian Nyata

Palapanews.com- Transformasi Kota Deltamas dari kawasan industri menjadi kota mandiri terintegrasi semakin menunjukkan hasil positif. Proyek hasil kerja sama antara Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation itu kini optimistis menghadapi tahun 2026 dengan membidik target prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp2,08 triliun.

Optimisme tersebut tidak lepas dari pencapaian kinerja keuangan PT Puradelta Lestari Tbk sepanjang 2025 yang berhasil membukukan pendapatan usaha mencapai Rp1,3 triliun. Pertumbuhan kawasan yang semakin matang, didukung pengembangan sektor industri, komersial, dan residensial, menjadi faktor utama yang memperkuat prospek bisnis Kota Deltamas ke depan.

Perkembangan Kota Deltamas saat ini dinilai telah melampaui citra lamanya sebagai kawasan industri otomotif. Kawasan tersebut kini berkembang menjadi pusat hunian modern sekaligus destinasi bisnis baru di koridor timur Jakarta yang menawarkan konsep kota mandiri lengkap dan terintegrasi.

Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk, Hongky J. Nantung, menegaskan bahwa investasi berkelanjutan selama lebih dari tiga dekade telah mengubah wajah Kota Deltamas secara signifikan.

Menurutnya, peningkatan nilai investasi properti di Kota Deltamas terjadi seiring bertambahnya jumlah penghuni, membaiknya konektivitas infrastruktur, serta hadirnya fasilitas komersial berskala besar yang memperkuat daya tarik kawasan.

Beberapa fasilitas komersial yang kini menjadi penopang aktivitas masyarakat antara lain AEON Mall Deltamas, Greenland Square, dan Diamante Premium Business Gallery. Kehadiran fasilitas tersebut membuat Kota Deltamas tidak hanya menjadi kawasan industri, tetapi juga berkembang sebagai pusat gaya hidup urban modern.

Selain mengembangkan sektor komersial, Kota Deltamas juga terus memperluas pilihan hunian untuk berbagai segmen masyarakat. Produk residensial yang ditawarkan memiliki rentang harga mulai dari Rp1,2 miliar hingga Rp2,9 miliar.

Salah satu proyek yang cukup diminati adalah De Silva Residence dan De Silva Hybrid yang mengusung konsep modern kontemporer serta hybrid-living di atas lahan seluas 1,2 hektar. Pada tahap awal pemasaran, proyek tersebut diklaim telah mencatat tingkat penyerapan hingga 85 persen.

Di sisi lain, klaster Woodchester hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas melalui konsep hunian dua lantai.

Sementara itu, klaster Savasa yang dikembangkan bersama Panasonic Homes menawarkan konsep hunian pintar berbasis empat pilar utama, yakni smart township, smart security, smart homes, dan smart community.

Tingginya minat pasar terhadap berbagai produk residensial tersebut menjadi indikator bahwa Kota Deltamas semakin diminati sebagai kawasan hunian, bukan sekadar kawasan industri.

Untuk menunjang kualitas hidup penghuni, Kota Deltamas juga dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga olahraga. Sejumlah institusi pendidikan internasional telah hadir di kawasan ini seperti Cikarang Japanese School, Korean Education Complex, ITSB, Sekolah Pangudi Luhur, dan SMK Ananda Mitra Industri.

Sektor kesehatan pun terus diperkuat dengan keberadaan RS Mitra Keluarga, pembangunan Eka Hospital, hingga layanan klinik 24 jam yang siap melayani kebutuhan masyarakat.

Tak hanya itu, fasilitas olahraga dan rekreasi seperti Deltamas Sport Center, J-Golf, serta jogging track turut melengkapi konsep kota mandiri yang nyaman bagi keluarga maupun profesional muda.

Dari sisi aksesibilitas, Kota Deltamas memiliki posisi strategis karena terhubung langsung dengan Tol Jakarta-Cikampek melalui akses KM 37. Kawasan ini juga akan semakin mudah dijangkau dengan hadirnya akses Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan di KM 31 yang direncanakan beroperasi tahun ini, serta pengembangan akses tol baru di KM 42.

Konektivitas Kota Deltamas juga diperkuat melalui akses menuju Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di Karawang melalui Jembatan Cibeet. Infrastruktur tersebut dinilai mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat nilai investasi kawasan dalam jangka panjang.

Sebagai kota mandiri modern, Kota Deltamas turut mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan. Kawasan ini telah menerapkan berbagai infrastruktur hijau dan digital, mulai dari pengelolaan air bersih dan limbah cair, penggunaan air daur ulang, jaringan serat optik, pemanfaatan energi terbarukan, hingga Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

Bahkan, inovasi penggunaan aspal berbahan plastik juga mulai diterapkan sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan ramah lingkungan.

Dengan dukungan sistem keamanan terintegrasi serta keberadaan pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi dalam satu kawasan, Kota Deltamas kini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kota mandiri unggulan di Indonesia yang menawarkan kenyamanan, efisiensi, dan peluang investasi menjanjikan di masa depan. (red)