Pemkot Tangerang Bersama KLHK Gelar Aksi Jumat Bersih, Dipusatkan di Kecamatan Neglasari

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Kementerian Lingkungan Hidup melalui BPLH melaksanakan Aksi Jumat Bersih yang dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon. Pelaksanaan dilakukan serentak di 13 kecamatan dan dipusatkan di Kecamatan Neglasari.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, hadir dan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lingkungan, terutama dalam mendukung penuntasan pengelolaan sampah nasional dan peningkatan kualitas ruang publik. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat semakin membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut melakukan penanaman pohon di zona penyangga TPA Rawa Kucing. Area ini merupakan kawasan yang ditetapkan untuk menjaga jarak aman dari aktivitas vital TPA serta meminimalkan potensi dampak lingkungan. Lahan seluas kurang lebih 8.086 meter persegi itu akan ditanami 341 pohon Eucalyptus sebagai penyerap polutan dan 20 pohon produktif yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, PT JAS Airport Service, PT ITS, dan mahasiswa BINUS.

Sachrudin menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan langkah sederhana namun memberi dampak jangka panjang bagi kualitas lingkungan dan generasi mendatang. Ia datang ke lokasi kegiatan dengan bersepeda sebagai bagian dari pelaksanaan Jumat Bebas Kendaraan Bermotor.

Selain penanaman pohon, Wali Kota juga menyerahkan bibit pohon kepada masyarakat serta memberikan bantuan sosial alat bantu disabilitas, antara lain alat bantu dengar, kaki palsu, dan kursi roda.

Camat Neglasari, Andhika Nugraha tanam pohon. Foto: Ist

Camat Neglasari, Andhika Nugraha, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga dan menanam pohon, terutama bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia. Menurutnya, pohon memiliki manfaat signifikan, mulai dari peningkatan kualitas udara, penyerapan karbon dioksida, hingga pencegahan banjir dan erosi melalui kemampuan akar menyerap air dan menahan tanah.

Kegiatan berlangsung partisipatif dan melibatkan unsur masyarakat, perangkat daerah, dan pihak swasta sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan Kota Tangerang. (adv)