Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah di UMT Tangerang, Diikuti 1.000 Peserta

Palapanews.com- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pengkajian Ramadan 1447 Hijriah yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Kota Tangerang, Selasa, 24 Februari 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Lantai 19 UMT ini diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari unsur Organisasi Otonom (Ortom), serta sivitas akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Banten dan DKI Jakarta.

Agenda tahunan yang berlangsung hingga 26 Februari 2026 itu menjadi momentum penting memperkuat ideologi dan pemahaman mengenai Islam Berkemajuan di seluruh tingkatan persyarikatan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan, Muhammadiyah berkomitmen menyebarluaskan pandangan keislaman berbasis tauhid yang menyeluruh.

Menurutnya, akidah tidak boleh hanya dimaknai sebagai hubungan ritual antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga harus mencakup hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan semesta.

“Jika kita berangkat dari nilai-nilai ketuhanan yang menjadi way of life, maka kita akan menjaga kehidupan agar selalu benar, baik, dan pantas. Kita akan merasa takut untuk berbuat buruk, salah, atau tidak patut dalam hidup ini,” ujarnya.

Haedar juga menyoroti kondisi dunia yang tengah menghadapi krisis lingkungan, kekerasan, hingga perang. Untuk itu, dirinya menekankan, akidah harus menjadi patokan nilai untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran, termasuk ancaman perubahan iklim dan genosida.

Tambah Haedar, agar para pemimpin bangsa mengedepankan kolaborasi ketimbang prinsip ‘the winner takes all‘.

“Visi Indonesia Emas hanya bisa tercapai jika keberagaman dikelola dengan semangat kebersamaan, bukan dengan persaingan yang saling menegasikan,” tukasnya.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UMT, Desri Arwen bahwa pengkajian itu dinilai sangat krusial bagi jajaran pimpinan, dosen, dan karyawan UMT agar memiliki landasan ideologi yang kokoh dalam menjalankan tugas harian.

“Akidah Islam Berkemajuan tidak hanya berhenti pada keyakinan di hati, tetapi harus mewujud dalam tindakan nyata sebagai solusi atas persoalan bangsa,” tegasnya.

Dikatakan Arwen, UMT berkomitmen menjadi kampus inklusif yang terbuka bagi seluruh elemen bangsa tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.

Semangat kolaborasi tersebut diharapkan mampu mencetak kader-kader yang memiliki integritas dan rasa takut kepada Allah, sehingga tidak melakukan tindakan yang merusak.

Melalui momentum Ramadan ini, UMT berupaya menyelaraskan visi dengan PP Muhammadiyah untuk terus berkontribusi bagi masyarakat luas demi terwujudnya bangsa yang bermartabat. (ydh)