Palapanews.com- Sebanyak 329 unit rumah tidak layak huni ditargetkan untuk diperbaiki di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada tahun 2026 ini. Program tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota (Disperkimta) Kota Tangsel.
Kepala Disperkimta Kota Tangsel Aries Kurniawan mengatakan, saat ini pelaksanaan program masih berada pada tahap pengumpulan data usulan dari masyarakat. Data tersebut selanjutnya akan melalui proses verifikasi lapangan sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.
“Saat ini kami masih berada pada tahap pengumpulan data usulan dari masyarakat, kemudian dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan,” kata Aries.
Ia menjelaskan, sebagian besar usulan perbaikan rumah berasal dari jalur Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Kecamatan Pondok Aren menjadi salah satu wilayah dengan jumlah usulan terbanyak.
Menurut Aries, pengajuan program dilakukan secara berjenjang, mulai dari ketua RT dan RW, kemudian diverifikasi oleh lurah dan camat, sebelum diproses lebih lanjut oleh Disperkimta.
Untuk dapat mengikuti program tersebut, warga harus memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan itu meliputi kepemilikan KTP atau domisili di Kota Tangerang Selatan, sudah berkeluarga, berpenghasilan di bawah upah minimum kota, memiliki rumah sendiri dalam kondisi tidak layak huni, serta menempati lahan berstatus hak milik atau dikuasai dengan luas maksimal 120 meter persegi. Calon penerima juga tidak tercatat sebagai penerima bantuan perumahan dari pihak lain.
Adapun kriteria rumah yang dapat diperbaiki mencakup kondisi struktur bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan, belum memiliki sanitasi yang layak, serta pencahayaan dan sirkulasi udara yang kurang memadai.
Aries menambahkan, sejak program perbaikan rumah tidak layak huni berjalan pada 2012 hingga 2025, sebanyak 2.901 unit rumah telah diperbaiki di Kota Tangerang Selatan.
“Program ini sudah berjalan sejak 2012 dan hingga 2025 tercatat 2.901 unit rumah tidak layak huni telah diperbaiki,” ujarnya. (red)
