Gema Kosgoro Dorong Tes Kesehatan Mental dan Fisik bagi Pejabat Pemkot Tangerang

Palapanews.com- Gema Kosgoro Kota Tangerang meminta Wali Kota Tangerang Sachrudin untuk mempertimbangkan penerapan tes kesehatan bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang yang memiliki tanggung jawab krusial, khususnya dalam bidang pengadaan barang dan jasa.

Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kesehatan fisik maupun mental yang kerap dialami pejabat dengan beban kerja dan tekanan tinggi. Tes kesehatan ini dinilai perlu diterapkan bagi pejabat yang memiliki peran strategis, seperti Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Pejabat Pengadaan.

Ketua Gema Kosgoro Kota Tangerang, Basuni, menyampaikan bahwa tes kesehatan, baik secara fisik maupun kejiwaan atau psikologis, sangat dibutuhkan mengingat tingginya tekanan kinerja yang dihadapi para pejabat pengadaan setiap tahunnya.

“Setiap pejabat yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa hampir dapat dipastikan mengalami tekanan, ketegangan, hingga kelelahan dalam menjalankan tugasnya,” ujar Basuni, Minggu (14/12/2025).

Pria yang akrab disapa Ibas tersebut menjelaskan, meskipun dalam regulasi belum ada ketentuan yang mewajibkan tes kesehatan bagi pejabat pengadaan, namun Pemerintah Kota Tangerang dinilai dapat mengambil kebijakan preventif tersebut.

“Ini merupakan saran atau masukan yang mungkin bisa diterapkan. Sebab, para pejabat tersebut memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan harus dipertanggungjawabkan, karena berkaitan langsung dengan keuangan negara melalui APBD,” katanya.

Ibas menambahkan, setelah menjalankan tugasnya, para pejabat pengadaan juga harus menghadapi pemeriksaan rutin oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bahkan, mereka juga berpotensi berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) apabila terdapat laporan dari masyarakat.

“Kondisi tersebut dapat memicu tingkat stres yang tinggi dan berdampak pada kesehatan fisik, mental, hingga kehidupan keluarga. Karena itu, edukasi dan pembinaan jangan hanya difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga perlu memperhatikan kesehatan mental dan fisik,” paparnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Wali Kota Tangerang, Sekretaris Daerah, maupun Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang. (ydh)