Ikut Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Tangerang Roka Collection Ketiban Order Kursi Rotan ke Sudan

Palapanews.com – Gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 tahun 2025 berlangsung di ICE BSD City telah mencatat kehadiran 8.045 buyer dari 130 negara dan diikuti 1.619 peserta dari berbagai sektor industri.

Pameran berskala internasional ini, kembali menjadi etalase utama bagi produk unggulan nasional yang ingin menembus pasar global. Salah satu pelaku usaha yang sukses mencuri perhatian adalah Roka Collection, UMKM asal Kota Tangerang yang membawa konsep unik Culture Nature—perpaduan antara nilai budaya dan keindahan alam—dalam produk sepatu tenunserta tas rotan artisan bergaya modern.

Founder Roka Collection, Rizal Hikmatiar, mengungkapkan rasa syukurnya setelah produk buatannya berhasil menarik minat pembeli dari luar negeri. Diakuinya, keikutsertaan dalam TEI menjadi pengalaman berharga bagi perkembangan bisnisnya.

“Bersyukur bisa ikut ajang besar seperti ini. Mungkin ini sudah kali ketiga Roka Collection ikut Trade Expo Indonesia. Alhamdulillah, dari Trade Expo Indonesia kami mendapat pesanan 50 kursi rotan dari Sudan,” ujar Rizal di lokasi pameran, Minggu (19/10/2025).

Roka Collection merupakan UMKM binaan PT Angkasa Pura Indonesia di bawah naungan Injourney Airports, yang beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Setelah sukses menembus pasar Afrika, Rizal menargetkan langkah berikutnya untuk membawa produknya ke pasar Eropa.

“Kemungkinan kami akan ikut pameran di Polandia pada tahun 2026,” ujarnya optimis.

Kesuksesan Roka Collection menjadi bukti bahwa produk UMKM Indonesia berpotensi besar di pasar global, terutama jika didukung promosi dan akses yang tepat melalui ajang pameran internasional seperti TEI.

Sebagai informasi, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 tahun 2025 yang digelar pada 15–19 Oktober 2025 berhasil mencatat nilai transaksi sebesar US$ 22,8 miliar atau sekitar Rp376,2 triliun.

Capaian tersebut melampaui target awal sebesar US$ 16,5 miliar, dengan rincian perdagangan barang senilai US$ 17,9 miliar, perdagangan jasa US$ 443,7 juta, dan investasi US$ 4,37 miliar. (rls/bd)