Peluang Kerja Semakin Terbuka, Tiap Perusahaan Wajib Mempekerjakan Minimal 1 Persen Tenaga Kerja Disabilitas

Palapanews.com Sebanyak 85 masyatakat disabilltas mengikuti sosialisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) bidang Ketenagakerjaan yang berlokasi di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Kamis, 17 April 2025.

Acara yang bertujuan untuk mendorong inklusivitas dalam dunia kerja ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan.

“Alhamdulillah, hari ini kami mengawali langkah penting melalui sosialisasi ULD. Tujuannya jelas, yaitu memastikan bahwa masyarakat disabilitas memiliki peluang yang sama di dunia kerja. Mereka punya kemampuan di bidangnya masing-masing dan harus diberi ruang untuk berkembang,” ujar Maryono.

Upaya nyata Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Disnaker Kota Tangerang, tambah Maryono, yaitu telah menjalin kemitraan dengan Yayasan Disabilitas Mandiri Indonesia serta sejumlah perusahaan.

“Kolaborasi ini membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai kemampuan,” paparnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala BPBD Kota Tangerang ini menegaskan, evaluasi dan monitoring terhadap keterlibatan perusahaan akan terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang melalui Disnaker.

“Ke depan, pengawasan juga akan melibatkan pihak kecamatan dan kelurahan agar dapat dipantau perusahaan mana saja yang belum merekrut tenaga kerja disabilitas,” terangnya.

ULD ini sendiri telah memiliki dasar hukum melalui Keputusan Wali Kota Tangerang Nomor 800/Kep.382-Disnaker/2023 yang mewajibkan setiap perusahaan mempekerjakan minimal 1% tenaga kerja disabilitas.

“Kami juga terus mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dengan menyediakan pelatihan yang sesuai kebutuhan pasar kerja,” jalas Maryono.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan menerangkan, sosialisasi ini bertujuan membangun sinergi lintas sektor dan berharap sosialisasi ini dapat memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.

“Kegiatan ini tidak hanya menciptakan kesetaraan hak, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menurunkan angka pengangguran, khususnya di Kota Tangerang,” jelas Ujang seraya menambahkan, saat ini baru ada dua perusahaan yang mempekerjakan teman-teman disabilitas tentunya dengan kemampuan yang dimiliki.

“Kami akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan yang ada di Kota Tangerang untuk dapat mempekerjakan teman-teman disabilitas hingga menyediakan sarana dan prasaranan,” jelas Ujang.(ydh)