Besok Peluncuran Buku Romansa STOVIA, Terbuka Buat Umum

Palapanews.com –  Kepustakaan Populer Gramedia ( KPG) bekerja sama dengan Museum Kebangkitan Nasional dan Indonesia Heritage Agency meluncurkan Novel Romansa STOVIA. Acara peluncuran akan berlangsung besok Sabtu , 1 Juni 2024 di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta.

Mengambil latar awal abad ke-20, Romansa STOVIA menceritakan perjalanan empat sahabat yang sedang menempuh pendidikan di sekolah kedokteran pertama di Hindia Belanda. Ada momen-momen di mana mereka harus memilih antara cinta, sahabat, keluarga, dan cita-cita menjadi dokter suatu hari nanti.

Penulis Romansa STOVIA, Sania Rasyid mengatakan bahwa melalui novel ini dia hendak memperkenalkan satu babak penting dalam sejarah Indonesia dengan cara yang asyik dan dapat diterima generasi hari ini.

“Indonesia dibangun melalui pendidikan. Saya punya perhatian bahwa pendidikan tetap merupakan hal paling penting untuk hari ini dan ke depannya. Pendidikan yang baik bisa membangun jiwa inklusivitas kita sebagai manusia,” ujar penulis kelahiran Jakarta, 21 September 1980.

BACA JUGA : GPU Luncurkan Novel Science Fiction The Star Diaries, Catatan Perjalanan Angkasa Luar

Selain bincang-bincang bersama penulis, peluncuran Romansa STOVIA juga akan dimeriahkan oleh penampilan Keroncong Gema Stovia Nusantara dan Fakultas Kedokteran UI, pembacaan dramatikal oleh Teater Anak Nusantara, tur museum bersama penulis dan ahli sejarah STOVIA, dan acara-acara menarik lainnya. Peserta juga berkesempatan mendapatkan door prize untuk Best Costume.

Peluncuran Romansa STOVIA didukung oleh Gema STOVIA Nusantara, dan Keroncong Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kadang-kadang kita jatuh cinta kepada milik orang, kadang-kadang kepada orang yang berbeda. Dan yang ia hadapi adalah keduanya, komplet menjadi satu. Mengapa manusia selalu tergerak hatinya untuk meraih ketidakmungkinan?

BACA JUGA : Tiga Buku Terbitan GPU Melaju 10 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke-21

Batavia, 1918. Yansen, pemuda Minahasa, hendak mewujudkan mimpi menjadi dokter di tanah air sendiri. Bersama Hilman pemuda Sunda, Sudiro pemuda Jawa, dan Arsan pemuda Minang, Yansen menemukan ikatan persahabatan di STOVIA.

Masa lalu masing-masing tokoh turut membayangi perjalanan mereka selama belajar di sekolah kedokteran pertama di Hindia Belanda itu.

Fiksi berlatar Hindia Belanda di awal abad ke-20 ini menceritakan bagaimana empat sekawan itu saling mendukung kala mereka menghadapi masalah hidup masing-masing.

Manakah hal yang harus Yansen pilih? Cinta, sahabat, atau kebanggaan menjadi dokter pada suatu hari nanti? (rls/bd)

Komentar Anda

comments