Lestarikan Cagar Budaya, Festival Mookervart jangan hanya Seremonial Belaka

Palapanews.com Pemerintah Kota Tangerang akan menggelar Festival Mookervat yang berlokasi di Taman Hutan Kota, Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, pada 30-31 Mei 2024 mendatang.

Event yang digaungi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang ini merupakan event yang ketiga kalinya yang dimulai sejak tahun 2022.

Festival Mookervart ini merupakan wadah untuk melestatikan sebuah Pintu Air Kali Mookervart yang dibangun sekitar tahun 1732 yang berfungsi sebagai pengendali dan pemasok air ke wilayah Batavia serta sebagai sarana transportasi air. Dan, bangunan ini masuk sebagai cagar budaya Kota Tangerang yang diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Cagar Budaya merupakan warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Rizal Ridolloh menyampaikan, Festival Mookervart digelar untuk mengangkat dan melestarikan sejarah dan kebudayaan di Kota Tangerang. Khususnya, keberadaan Sungai Mookervaart, saluran air bersejarah yang menghubungkan Kali Angke dan Sungai Cisadane.

Ditambahkannya, Festival Mookervart tahun ini akan berisi berbagai kegiatan. Mulai dari perlombaan lukis, penampilan tehyan, karinding, wayang golek, debus, cokek sipatmo, Mpe Go Yong, tarian tradisional hingga dialog bersejarah.

“Tujuan besarnya adalah merawat ingatan relasi saluran air dengan sejarah Kota Tangerang itu sendiri. Festival Mookervart juga dinilai sebagai momentum untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat sekitar terhadap kelestarian Sungai Mookervart,” ungkap Rizal, Rabu, 15 Mei 2024.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Kepemudaan ini menambahkan, Festival Mookervart akan melibatkan elemen masyarakat. Seperti pegiat kesenian, kebudayaan, pelajar sampai dengan melibatkan multi etnis untuk mendorong kesuksesan pagelaran Festival Mookervart.

“Festival Mookervart diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan pariwisata di Kota Tangerang. Terlebih, selain menjadi ruang hiburan juga menjadi wadah pendidikan budaya antar generasi,” paparnya seperti dilansir tangerangkota.go.id.

Sementara itu, Ketua Poros Tangeranag Solid (Portas), Hilman Santosa mengungkapkan, Festival Mookervart harus benar-benar memberikan edukasi keseluruh masyarakat Kota Tangerang yang tersebar di 13 kecamatan. Sebab, untuk melestarikan bangunan yang telah menjadi Cagar Budaya ini dibutuhkan dukungan dari masyarakat.

“Festival ini jangan hanya sebatas seremonial tahunan saja, tapi harus ada dampak atau tujuan yang dihasilkan,” ucap Hilman Santosa seraya menambahkan, setelah festival ini kelar, langkah apa yang akan diperbuat oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Hilman juga menambahkan, harus ada inovasi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam menggelar event ini, sehingga kegiatan yang diselenggarakan melalui APBD Kota Tangerang ini benar-benar menyentuh masyarakat.

“Inovasi itu penting untuk dapat mengemas acara semakin besar dan berhasil menurut kacamata masyarakat. Jadi teruslah berinovasi demi kemajuan Kota Tangerang,” jelasnya.(ydh)