Nyeri Dada akibat Serangan Jantung, Ketahui Ciri-cirinya

Palapanews.com- Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian. Berdasarkan data, satu orang meninggal setiap 34 detik karena penyakit kardiovaskular. Sekitar 697.000 orang di Amerika Serikat meninggal karena penyakit jantung pada tahun 2020.

Serangan jantung adalah kondisi saat otot jantung tidak mendapatkan aliran darah secara mendadak karena hambatan aliran darah. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani karena fungsi jantung terganggu untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Serangan jantung tergolong penyakit serius dan berbahaya. Selain kematian jika tak tertangani, ada beberapa komplikasi berbahaya yang muncul seperti gagal jantung, gangguan irama jantung atau aritmia, henti jantung dan syok kardiogenik.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital BSD, dr. Bayushi Eka Putra, Sp.JP, FIHA mengatakan ada sejumlah gejala nyeri dada dan gejala pada penyakit jantung koroner. Antara lain:

1. Radiasi ke kedua lengan/tangan
2. Radiasi ke pundak/lengan kanan
3. Nyeri di dada tengah
4. Nyeri memberat dengan aktivitas
5. Disertai keringat dingin
6. Muntah-muntah
7. Sesak napas
8. Rasa seperti tercekik
9. Nyeri di daerah gigi

Tindakan yang Perlu Dilakukan:

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala serangan jantung, penting untuk segera mengambil langkah-langkah berikut:

1. Panggil Layanan Darurat: Hubungi nomor darurat segera untuk mendapatkan bantuan medis.

2. Jangan Menunda: Jangan menunda atau mencoba menangani sendiri gejala tersebut. Setiap detik sangat berharga selama serangan jantung.

3. Mengambil Obat Darurat (Jika Diberikan): Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sudah memiliki obat darurat untuk serangan jantung, seperti nitrogliserin, gunakan sesuai petunjuk dokter.

4. Menunggu Bantuan: Sementara menunggu bantuan medis tiba, cobalah untuk tetap tenang dan nyaman. Duduk atau berbaring dalam posisi yang nyaman, tetapi jangan berusaha melakukan aktivitas fisik yang berat.

Diagnosis serangan jantung
Ada beberapa cara dokter untuk mendiagnosis serangan jantung seperti:

1. Pemeriksaan fisik dan menilai jantung dengan stetoskop.
2. Tes elektrokardiogram (EKG) untuk melihat kerusakan jantung apabila terjadi perubahan kelistrikan jantung.
3. Tes darah (enzim jantung) untuk melihat kerusakan jantung dan memastikan serangan jantung.
4. Angiografi koroner dengan cara memasukkan cairan ke pembuluh darah menggunakan x-ray untuk melihat proses aliran darah ke jantung, dilakukan jika kondisi pasien stabil.
5. CT-scan jantung dan MRI jantung untuk mengetahui tingkat kerusakan jantung.
6. Uji radionuklir untuk mengukur aliran darah menuju otot jantung.
7. Ekokardiografi (USG jantung) baik dengan atau tanpa stress test untuk melihat lokasi kerusakan jantung.
8. Rontgen dada untuk melihat kondisi jantung ada pembesaran atau ada cairan pada paru-paru.
9. Treadmill test untuk mengukur respons kerja jantung dan pembuluh darah ketika beraktivitas.

MYCardia Eka Hospital – Pusat Aritmia Jantung & Intervensi

Beruntungnya kini sudah ada MYCardia Eka Hospital sebagai pusat layanan jantung dan pembuluh darah yang lengkap dan dapat menangani berbagai masalah dan gangguan jantung serta pembuluh darah.

Sebagai pusat aritmia dan kelistrikan jantung, MYCardia Eka Hospital dilengkapi dengan teknologi terbaru, salah satunya ablasi beku (cryoablation). Dengan teknologi ini tindakan ablasi aritmia jantung bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Ada juga pemasangan alat pacu jantung untuk mengobati aritmia jantung. Tim dokter dari MYCardia Eka Hospital bahkan sudah mencatat prestasi atas keberhasilan pemasangan alat pacu jantung terkecil di dunia atau Micra sebagai terobosan terbaru di dunia kedokteran Indonesia. (red)

Komentar Anda

comments