Tips Mengatasi Nyeri Lutut untuk Lansia

Palapanews.com- Memasuki usia lansia membuat struktur dan kekuatan tulang pasti berkurang. Meski bukan berarti menandakan masalah kesehatan yang serius, ini tentu bisa mengubah cara hidup seseorang yang harus lebih berhati–hati dalam menjaga kesehatan tulangnya dan hal ini bisa berimbas ke kemampuan mereka dalam beraktivitas, salah satunya yaitu naik turun tangga.

Saat memasuki usia lansia, tentu naik turun tangga bisa menjadi lebih berisiko karena kondisi sendi lutut biasanya sudah mengalami penurunan. Ini dikarenakan sendi lutut merupakan sendi yang menghubungkan antara tulang paha (tulang paha) dan tibia (tulang kering) dan berfungsi sebagai penopang tubuh ketika berdiri diam maupun bergerak berjalan. Kondisi fisik yang lemah serta risiko terjatuh bisa berpotensi menyebabkan masalah baru jika tidak ditangani dengan benar.

Kesehatan sendi lutut akan berperan besar dalam aktivitas keseharian, sehingga jika lutut mengalami gangguan seperti nyeri ini akan mempengaruhi bagaimana seseorang, terutama lansia yang sudah tidak memiliki energi sebanyak orang yang lebih muda dalam menjalankan aktivitas. Ini akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah lutut lansia yang sudah mengalami penurunan masih dapat diobati?

Apa Penyebab Nyeri Lutut pada Lansia?

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan nyeri lutut kronis pada lansia, namun sebagian besar rasa nyeri pada lutut biasanya datang dari penyakit sendi degeneratif bernama osteoarthritis, yang juga merupakan masalah tulang yang umum untuk menyerang para lansia.

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang memburuk dari waktu ke waktu, seringkali mengakibatkan nyeri kronis. Kondisi ini menyebabkan bantalan pelindung tulang rawan mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu sehingga menyebabkan peradangan pada area sendi, terutama pada lansia yang sudah berumur.

Seseorang akan lebih berisiko terkena osteoarthritis apabila mereka kelebihan berat badan, pernah mengalami cedera lutut, atau memiliki riwayat keluarga dengan osteoartritis. Jika tidak ditangani dengan benar, osteoarthritis bisa mengganggu kualitas hidup seseorang dan menyebabkan nyeri berkepanjangan atau kronis.

Nyeri lutut juga bisa disebabkan karena beberapa hal, seperti cedera (robek tendon, patah tulang, dll), dislokasi sendi, hingga tipe arintits lainnya seperti gout (asam urat).

Apakah Nyeri Lutut pada Lansia Masih Bisa Diobati?

Nyeri lutut yang kronis pada lansia masih bisa diobati terlepas dari umur mereka, namun itu semua memerlukan penanganan langsung dari dokter. Oleh karena itu apabila menemukan gejala-gejala yang mengindikasikan osteoarthritis pada lansia segera buatkan jadwal konsultasi bersama dokter spesialis ortopedi untuk mendapatkan diagnosa yang pasti juga rencana pengobatan yang benar.

Dokter dapat merekomendasikan beberapa metode pengobatan, mulai dari konsumsi obat-obatan untuk mengurangi gejala nyeri dan pembengkakan juga. Obat bisa diberikan dalam bentuk obat minum atau suntikan, tergantung dari rekomendasi dokter. Selain obat-obatan, latihan fisioterapi ataupun olahraga juga bisa menjadi pilihan dalam mengembalikan kekuatan otot-otot di sekitar persendian serta meningkatkan fleksibilitas sendi dan otot.

Latihan fisik tak hanya dapat menjaga kesehatan tulang pada lansia, namun juga dapat mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan oleh gangguan degeneratif seperti osteoarthritis. Beberapa olahraga dapat dilakukan seperti:

  • Berjalan

Salah satu bentuk olahraga yang mudah untuk dilakukan dan diakses adalah berjalan, yang akan sangat bermanfaat untuk melatih kekuatan otot dan tulang. Umumnya, 6.000 hingga 8.000 langkah per hari disarankan, tetapi untuk lansia dengan kondisi tertentu dapat mengambil jumlah target langkah yang lebih kecil sesuai rekomendasi dokter.

  • Berenang

Berenang dapat menjadi sangat ideal bagi lansia yang menderita penyakit sendi, karena daya apung di dalam air dapat mengurangi tekanan pada persendian Anda. Selain itu, air menghadirkan ketahanan alami, yang membantu menopang beban dalam latihan meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan dengan tekanan minimal pada tubuh.

  • Latihan senam sedang

Senam juga bisa menjadi pilihan para lansia untuk melatih kekuatan sendi dan otot-otot. Tanpa membutuhkan alat maupun persiapan yang rumit, senam bisa digunakan untuk menangkal efek atrofi otot pada orang dewasa yang lebih tua serta meningkatkan kepadatan tulang.

  • Yoga

Yoga adalah bentuk latihan yang bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot, mobilitas, keseimbangan, dan fleksibilitas, yang semuanya merupakan aspek kesehatan penting bagi  lansia. Beberapa lansia yang kondisinya sudah cukup lemah mungkin butuh melakukan yoga di kursi, namun tak perlu khawatir karena dengan panduan serta teknik yang tepat, yoga dapat memberikan segudang manfaat untuk kesehatan tulang dan otot, sekalipun dilakukan dari kursi sambil duduk.

Idealnya, berolahraga untuk lansia bisa dilakukan setidaknya 150 menit seminggu (misalnya, 30 menit sehari, 5 hari seminggu) dengan aktivitas intensitas sedang. Namun sebaiknya seluruh bentuk olahraga sudah dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Mengatasi Nyeri Lutut pada Lansia Dengan Total Knee Arthroplasty 

Apabila penggunaan obat dan terapi tidak bekerja atau dinilai tidak efektif, maka dokter akan merekomendasikan operasi dengan mengganti sendi yang sudah rusak, yaitu Total Knee Arthroplasty atau operasi penggantian sendi lutut. Prosedur tersebut dilakukan untuk mengganti total bagian tulang/persendian lutut yang sudah rusak dengan sendi baru buatan (prostesis) untuk meredakan rasa sakit dan memudahkan penderitanya untuk bisa kembali berjalan dengan normal.

Total Knee Arthroplasty merupakan salah satu tindakan pembedahan ortopedi yang efektif dengan hasil yang sangat baik selama ini. Tindakan ini sangat dianjurkan terutama untuk lansia yang menderita gangguan lutut kronis seperti osteoarthritis.

Proses pelaksanaan Total Knee Replacement biasanya memakan waktu 1 – 2 jam dan selama operasi pasien akan dalam pengaruh obat bius sehingga tidak akan merasakan rasa sakit. Proses operasi dimulai dengan dokter membedah dan membuka bagian depan lutut Anda dan memindahkan tempurung lutut Anda ke samping sementara, sehingga mereka dapat mencapai sendi lutut di belakangnya. Kemudian bagian tulang lama akan disingkirkan dan tulang prostesis yang terbuat dari logam atau plastik dimasukan dan dipasang di ujung kedua tulang untuk membuat sambungan baru. Tempurung lutut kemudian akan ditaruh kembali ke tempat asalnya dan luka di lutut kemudian ditutup menggunakan jahitan.

Setelah operasi, pasien akan ditempatkan di dalam ruang pemulihan untuk dilihat perkembangannya. Pasien mungkin akan diberi obat untuk meredakan bekas rasa sakit pasca operasi.

Bagaimana Cara Mencegah Nyeri Lutut pada Lansia?

Meskipun nyeri lutut adalah hal yang biasa terjadi seiring bertambahnya usia, itu bukan berarti hal ini tidak bisa dihindari. Ada cara untuk mencegahnya seiring bertambahnya usia, dan semuanya bisa dimulai sejak usia muda:

  • Menjaga berat badan
  • Rutin berolahraga
  • Memenuhi asupan nutrisi harian secukupnya
  • Mengurangi minuman bersoda
  • Hindari terlalu sering konsumsi makanan olahan
  • Berhenti merokok

Pastikan juga untuk rutin melakukan check-up dengan dokter untuk memastikan kesehatan tulang tetap terjaga dan bisa mendeteksi masalah dini agar bisa mendapatkan penanganan dengan cepat. Segera periksakan diri juga jika Anda merasakan gejala nyeri yang berkepanjangan pada lutut.

Tidak semua nyeri lutut bersifat kronis, itulah mengapa sangat penting untuk menemui dokter untuk mendiagnosisnya agar mendapatkan penanganan yang tepat. Namun apabila nyeri lutut sudah bersifat kronis, metode Total Knee Arthroplasty atau operasi penggantian sendi lutut selalu bisa menjadi sebuah opsi yang dapat dipertimbangkan.

Oleh: Dr. Jamot Silitonga Sp.OT (K) Hip and Knee

Konsultan Lutut dan Panggul Eka Hospital BSD