OMB UMN 2022 Turut Ciptakan Kampus Bebas Narkoba, Perundungan, dan Kekerasan Seksual

Palapanews.com – Hari terakhir Orientasi Mahasiswa Baru (OMB UMN) 2022 menyalurkan dukungan nyata dalam menciptakan suasana kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai kasus perundungan dan kekerasan seksual.

Pada Pemekaran Hari Dua ini, OMB UMN mendorong peserta untuk dapat tumbuh menjadi generasi emas yang bebas dari narkoba dan fokus mengembangkan diri di tengah industri 4.0. Hal ini disalurkan melalui pemaparan seminar dan pemberian modul kepada seluruh peserta oleh ahli pada Kamis (18/8/2022).

“Faktor pertama terjadinya kekerasan seksual adalah minimnya edukasi, baik secara pemahaman maupun norma. Yang kedua adalah ketidakmampuan untuk mengontrol diri. Biasanya terjadi karena kita memproyeksikan luka pribadi terhadap orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki empati,” terang Rhaka Ghanisatria, pendiri Menjadi Manusia.

Hal ini, kata dia lagi, tidak jauh dengan pengertian bahwa setiap orang memiliki batasan yang berbeda sehingga perlu mengerti hal tersebut. Tak hanya membahas mengenai kekerasan seksual dan perundungan, OMB UMN 2022 turut mengundang Mulyanto, seorang psikolog Badan Narkotika Nasional RI, untuk memberikan edukasi terkait narkoba.

Baca juga : Bebas Perpeloncoan, OMB UMN 2022 Fokus Tanamkan Nilai Juang

“Banyak orang yang mencari shortcut untuk menjadi bahagia dengan narkoba. Padahal, dengan berolahraga, menonton komedi, meditasi, makan, dan lainnya bisa merangsang terbentuknya hormon, seperti endorfin dan oksitosin, yang dapat membuat kita bahagia pula,” ungkap Mulyanto.

Di samping itu, Mulyanto juga meluruskan pemahaman keliru yang membuat pengguna narkoba takut untuk mencari pertolongan. Kenyataannya, di UU No. 39 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Indonesia sangat manusiawi terhadap penyalahguna. Indonesia memiliki Institusi Wajib Lapor. Apabila terdapat pengguna yang melapor pada Badan Narkotika Nasional (BNN), maka pengguna tersebut tidak akan diproses secara hukum, tetapi ia akan segera diberi obat dan menjalankan rehabilitasi.

“Kita tidak perlu mengucilkan penyalahgunaan dan membiarkannya kehilangan arah. Sebaliknya, kita bisa mengajak mereka untuk mencari pertolongan ke rumah sakit atau melapor ke BNN terdekat. Yang tak banyak orang ketahui adalah semua hal tersebut akan ditanggung oleh pemerintah sebagai bentuk dukungan negara terhadap pengembangan diri generasi muda di era industri 4.0,” tandas dia lagi.

Baca  juga : Gelar Hari Briefing OMB UMN 2022, Pijakan Awal Bangun Daya Juang Peserta

Tak terasa, OMB UMN 2022 telah tiba di puncak kegiatan. Divisi Tiksna/Person in Charge (PIC) memimpin pemberian pesan, kesan, dan evaluasi dalam masing-masing kelompok. Beberapa peserta juga diajak untuk maju ke panggung untuk membacakan Yasan Basmara—atau disebut sebagai surat cinta—yang mereka tulis sebagai ungkapan kasih dan apresiasi kepada panitia OMB UMN 2022. Sesi ini

Membuktikan bagaimana rangkaian kegiatan dijalankan berdasarkan asas kebersamaan dan persaudaraan, tanpa adanya perpeloncoan. Di luar itu semua, OMB UMN 2022 turut memberikan apresiasi kepada peserta berupa penghargaan bagi kelompok dan identitas terbaik. Ada pula konten “Mengukir Asha” sebagai wadah bagi peserta untuk menyuarakan harapan dan isi hati mereka dalam memasuki dunia perkuliahan.

Baca  juga : OMB UMN 2022 Siap Digelar Secara Hybrid, Luring dan Daring

“Perjalanan masih panjang. Dunia perkuliahan menanti teman-teman semua. Teruslah bersemangat. Lakukan dengan penuh dedikasi dan raihlah prestasi sebanyak mungkin. Namun, jangan lupa untuk apresiasi diri,” pungkas Fedora Annabella, Ketua OMB UMN 2022, yang kemudian memimpin pembacaan janji mahasiswa yang dikumandangkan oleh 2.000 lebih mahasiswa baru.

Kegiatan Pemekaran Hari 2 ditutup dengan persembahan inaugurasi oleh segenap panitia OMB UMN 2022. Setiap lirik lagu dan gerakan yang dipilih mengandung makna ucapan selamat kepada peserta yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sekaligus ajakan untuk tidak pernah menyerah dalam menjalani dunia perkuliahan nantinya. Lebih dari itu, penampilan inaugurasi juga mengangkat konsep edukasi mengenai budaya Nusantara.

“Konsep yang dibawakan di Inagurasi adalah untuk membuat para peserta lebih mengenal jenis-jenis tarian tradisional melalui lagu dan nama dari kelompok mereka. Lalu, para peserta juga bisa melihat perjuangan mereka melalui aktivitas angkatan merangkai batang ketangguhan mereka menjadi sarang impian,” jelas Cindy Triana selaku Koordinator acara OMB UMN 2022.

OMB UMN 2022 harapannya dapat menjadi pijakan awal yang memulai perjuangan mahasiswa baru dalam bertumbuh dan berproses di dunia perkuliahan. (rls/bd)

Komentar Anda

comments