Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) menyelenggarakan Lomba Bertutur Tingkat Kota Tangerang. Lomba ini dilaksanakan untuk menyambut HUT ke-29 Kota Tangerang, serta meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya para pelajar.
Kepala DPAD Kota Tangerang, Meita Bachaerani mengatakan Lomba Bertutur kali ini mengangkat tema “Menumbuh Kembangkan Identitas Kota Melalui Lomba Bertutur, Masyarakat Kota Tangerang Cerdas, Indonesia Maju”.
“Lomba Bertutur ini bertujuan untuk mengangkat dan mempopulerkan cerita asal muasal nama kelurahan atau kampung di Kota Tangerang yang merupakan ajang para Lurah mensosialisasikan potensi dan visi misi pembangunan yang ada di kelurahan kepada masyarakat Kota Tangerang,” katanya menjelaskan.
Ada sejumlah kategori yang dilombakan. Antara lain Kategori SD/MI, SMP/MTS dan Kategori Kepala Kelurahan se-Kota Tangerang. Adapun Grand Final Lomba Bertutur Tahun 2022 ini dilaksanakan selama lima hari sajak tanggal 8 sampai 11 Februari 2022.
“Sudah dilaksanakan untuk kategori pelajar secara virtual menggunakan aplikasi zoom meeting, kegiatan ini dipandu oleh tiga dewan juri, di antaranya Pustakawan DPK Provinsi Banten dan unsur pendongeng penilai,” Meita menambahkan.

Sementara itu, Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah bersama Wakil Walikota, Sachrudin dan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman hadir sekaligus membuka acara Grand Final Lomba Bertutur tingkat Kepala Kelurahan se-Kota Tangerang secara virtual sebagai rangkaian memeriahkan peringatan HUT Kota Tangerang ke-29 Tahun, Senin, 14 Februari 2022.
Walikota mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang yang sudah menggelar kegiatan tersebut dan juga kepada seluruh para peserta dan dewan juri yang turut serta ikut memeriahkan.
“Tanpa mengurangi nilai dan semangat kita dalam memperingati HUT Kota Tangerang ke-29, walau kegiatan lomba bertutur ini dilakukan secara virtual karena masih dalam masa pandemi Covid-19 tidak membatasi ekspresi dan potensi kita dan penuh semangat,” tandasnya.
Ia berharap Lomba Bertutur ini bisa menumbuhkan rasa sayang masyarakat terhadap Kota Tangerang. “Karena dengan bertutur ini kita mencoba kembali menggali asal muasal dan juga norma-norma kehidupan masyarakat,” kata Walikota.
Walikota menambahkan, dengan bertutur kita tidak hanya sekedar menyampaikan cerita, akan tetapi adanya nilai cerita yang bersejarah di masyarakat yang kita ketahui Kota Tangerang mempunyai berbagai suku, keyakinan dan kekayaan budaya.
“Cerita ini nantinya bisa kita wariskan kepada anak dan cucu kita bahwa Kota Tangerang mempunyai sejarah di tiap daerahnya,” paparnya. (adv)
