Politik Elit Tidak Boleh Meninggalkan Arus Bawah

oleh -
Hery Haryanto pada kegiatan Rembug Arus Bawah. Foto: Ist

Palapanews.com- Elit politik nasional harus kembali kepada politik arus bawah (under current) karena arus bawah adalah basis legitimasi tidak hanya bagi para politisi, namun juga untuk partai politik bahkan Negara.

Demikian, disampaikan oleh Hery Haryanto Azumi, Ketua Umum dan Pendiri Forum Satu Bangsa dalam acara Rembug Arus Bawah yang melibatkan kaum Marhaen dan kaum Nahdliyyin. Hadir sebagai keynote speaker dalam Rembug Arus Bawah ini, Gus Syauqi Maruf Amin selaku Pembina SiMAC (Santri Millennial Center), dan narasumber Cokro Wibowo Sumarsono, Ketua Umum Gerakan Pemuda Desa Mandiri.

Dalam keynote speech yang disampaikan, Gus Syauqi menegaskan bahwa Negara Indonesia ini dibangun atas dasar kalimah sawa (kesepakatan) di antara berbagai elemen arus bawah yang ada di negeri ini, baik yang berideologi keagamaan maupun kebangsaan.

Landasan yang dibangun oleh para founding fathers Negara ini harus terus dijaga dan dilanjutkan. “Warisan kepahlawan yang diturunkan oleh para pendiri bangsa harus diapresiasi oleh generasi bangsa hari ini dengan mewariskan kebesaran dan keagungan kepada masa depan.” Ujar Gus Syauqi.

Sementara itu, Cokro Wibowo menambahkan bahwa Rembug Arus Bawah ini diselenggarakan untuk menyatukan visi kaum Arus Bawah dalam memperjuangkan dan menyelamatkan arah bangsa ini. “Kaum Marhaen dan Kaum Nahdliyyin dan kaum-kaum lainnya harus bersatu untuk mewujudkan politik yang memihak kepada arus bawah masyarakat Indonesia”.

Hery menambahkan bahwa gerakan Arus Bawah tidak berarti anti Arus Atas, tetapi mensinergikan dan menyelaraskan semua potensi yang ada untuk kepentingan bangsa dan negara. “Gerakan Arus Bawah bukanlah Revolusi seperti dalam sejarah Barat, namun sebuah Resolusi Politik bagi Bangsa Indonesia”. Pilar harmoni dan sinergi akan membedakan arah Resolusi Politik ini dari watak konflik yang ada dalam sejarah Revolusi ala Barat.

Salah satu model Resolusi ini adalah gagasan Wakil Presiden KH. Maruf Amin yang tertuang dalam Blueprint Arus Baru Indonesia. Arus Baru Indonesia mendorong kerja sama antara arus bawah ekonomi dan arus atas (konglomerasi). Karena hanya dengan kerja sama, win-win solution dapat tercapai. Kerja sama ekonomi akan memperkuat bukan memperlemah.

Rembug Arus Bawah ini dihadiri oleh berbagai elemen lintas agama dan lintas sektor: Ansor, Pecalang, Paguyuban Tosan Aji, kelompok pelukis, kelompok pedagang, padepokan budaya, pegiat lingkungan hidup, kelompok jaranan, pegiat desa wisata, kelompok peternak, laskar budaya, komunitas pupuk organik, paguyuban beladiri, dan alumni pesantren.

Para peserta memberikan sambutan antusias terhadap acara ini dan meminta agar forum rembug ini dilanjutkan secara kongkrit agar menjadi gerakan akar rumput di seluruh Indonesia. (red)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.