Dindikbud Tangsel Beberkan Skenario Pembelajaran Tatap Muka

oleh -
Taryono. Foto: Nad

Palapanews.com- Dengan target vaksinasi covid-19 terhadap para guru di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 100 persen pada Juni mendatang, menjadi harapan Pembelajaraan Tatap Muka (PTM) dibuka kembali. Nantinya, pelaksanaan PTM pun akan dilaksanakan secara terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono membeberkan skenario dan delapan tahapan yang harus dilalui oleh para peserta didik. Menurutnya, PTM yang dilaksanakan secara terbatas seperti jumlah hari tatap muka yakni 2 hari dalam 1 minggu untuk tiap siswa.

“Kedua, jumlah peserta didik terbatas, maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antara siswa. Ketiga, durasi belajar terbatas antara 2 sampai 4 jam dalam 1 hari dan tidak ada istirahat,” ujarnya saat dikonfirmasi Palapanews, Rabu (7/4/2021).

Kemudian yang keempat, materi pembelajaran terbatas hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka. Kelima, satuan pendidikan telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning).

“Yang tak kalah penting, keenam, pendidik dan tenaga kependidikan telah divaksinasi. Ketujuh, satuan pendidikan yang bisa melaksanakan PTM adalah yang telah lolos verikasi dindikbud dan dinkes, terkait kesiapan menjalankan prokes covid 19. Terakhir, peserta didik yang hadir PTM adalah peserta didik yang mendapatkan Izin Orangtua,” jelas Taryono.

Sebelumnya, hal tersebut juga dikatakan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Menurutnya, pembelajaran tatap muka juga tidak lepas dari persetujuan orang tua siswa yang mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Komunikasi dengan orang tua mengizinkan atau tidak ini harus dibahas secara detil. Yang pasti kita juga dorong terus agar bisa tercapai di bulan Juni 100 persen para guru menerima vaksin, sehingga nanti dibuka bisa ada kekebalan tubuh,” ungkap Airin.

Terbatasnya jumlah siswa lanjut Airin, adanya kombinasi online offline yang ideal. Yaitu satu guru 28 sampai 32 anak ini yang terus dikordinasikan dengan Dinas Provinsi dan Pusat. (nad)

Komentar Anda

comments