Pengamat: Kekuatan 3 Bacalon di Pilkada Tangsel Lebih Kompetitif

oleh -
Ilustrasi. Foto: Dok

Palapanews.com- Siapa-siapa saja kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah semakin mengerucut. Terbaru, ada tiga pasangan yang ramai digadang-gadang dan beberapa sudah mendapat rekomendasi dari partai politik. Ketiganya, disebut merepresentasikan politik dinasti.

Pertama, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan yang disebut merepresentasikan Dinasti Atut. Diketahui, Pilar Saga Ichsan merupakan putri Ratu Tatu Chasanah dan juga keponakan Ratu Atut Chosiyah, mantan Gubernur Banten.

Dinasti Ma’ruf Amin yang diwakili sang anak Siti Nur Azizah berpasangan dengan Ruhamaben dan Dinasti Prabowo yang menurunkan keponakannya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berpasangan dengan Muhamad.

“Tentunya, Dinasti Ma’ruf Amin yang sudah didukung Demokrat-PKS dan Dinasti Prabowo didukung Gerindra-PDIP serta Hanura akan sama-sama berusaha maksimal di Pilkada Tangsel, guna mengalahkan Dinasti Atut yang ditopang partai pemegang kursi terbanyak di Tangsel yakni partai Golkar,” ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, Rabu (29/7/2020).

Dirinya melihat dua bakal calon (Bacalon) Muhamad dan Siti Nur Azizah punya dua misi besar di Pilkada Tangsel. Sehingga, menilai kekuatan tiga bakal calon di Pilkada Tangsel saat ini lebih kompetitif. Meski begitu, Muhamad dan Benyamin sama-sama mempunyai Wakil yang belum begitu dikenal oleh masyarakat Tangsel.

“Jadi bagi Muhammad dan Azizah, di Pilkada Tangsel membawa dua misi besar sekaligus, yakni, menang pilkada dan agenda demokrasi dengan mengalahkan kekuatan Dinasti Banten (Atut),” ungkapnya.

Untuk, itu peran Pilar Saga dan Rahayu sangat ditunggu agar bisa mendompleng nama Muhamad dan Benyamin.

“Kalau melihat kekuatan calon mesti ada alat ukurnya, seperti survei. Tapi secara umum, Pilkada Tangsel sekarang lebih kompetitif,” ucapnya.

Lebih lanjut, jika Dinasti Atut kembali berkuasa di Tangsel, adanya Pilkada Tangsel hanya sebatas seremonial.

“Yang menarik kalau Dinasti Atut di Tangsel tumbang. Itu agenda utama demokrasi. Kalau yang menang tetap Dinasti Atut, itu sama saja Pilkada sebatas seremonial, ritual 5 tahunan yang tak berarti,” bebernya.

Untuk itu, tantangan besar ada di Muhamad dan Siti Nur Azizah agar bisa mengalahkan Dinasti Atut di Pilkada Tangsel.

“Makanya, tantangan utama bagi Muhammad dan Siti Azizah mengalahkan trah politik Atut,” tutupnya. (nad)

Komentar Anda

comments