Masalah Baru di KBM Online, Dindik Kota Tangerang Harus Penuhi Kebutuhan Siswa tak Mampu

oleh -

Palapanews.com Suparmi, anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang angkat bicara terkait adanya salah satu siswa SMP Negeri Kota Tangerang yang tidak memiliki handphone (gawai) untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online saat pendemi covid-19.

Menurut Suparmi, kegiatan belajar mengajar online disaat pendemi ini harus diikuti oleh semua pihak baik itu Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan maupun para orangtua atau wali murid. Dan, ini menjadi masalah baru bagi siswa yang tidak memiliki handphone ataupun yang tidak memiliki pulsa.

“Seharusnya masalah seperti ini diperhatikan jauh-jauh hari untuk menghadapi belajar online, khususnya bagi masyarakat (siswa) yang tidak mampu. Dan, menjadi tanggungjawab dari Dinas Pendidikan,” kata Suparmi.

Suparmi menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Tangerang sebenarnya memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkan hal-hal seperti ini. Sebab, para siswa baru mulai aktif ditahun ajaran baru ini.

“Kemarin libur cukup panjang. Seharusnya persiapan seperti mengatasi siswa yang tidak memiliki sarana dan prasarana sudah bisa diatasi atau dicarikan solusi,” ujar politisi dari PDI Perjuangan ini seraya mengungkapkan, jangan sampai hal seperti ini mengganggu proses belajar mengajar siswa. Sebab, handphone dan pulsa menjadi kebutuhan pokok dalam kegiatan belajar mengajar secara online.

Diketahui, ditengah pandemi virus corona atau covid-19 mengharuskan sekolah menerapkan kegiatan belajar mengajar dengan sistem daring.

Namun, dengan adanya kebijakan tersebut, tak semua mampu dipenuhi para orangtua atau wali murid karena tidak memiliki gawai (handphone) untuk anaknya belajar.

Hal seperti ini dirasakan oleh Nurisma yang merupakan siswi di SMP Negeri 22 Kota Tangerang.

Nurisma mengatakan, jika dirinya tidak memiliki handphone karena keterbatasan ekonomi sang orang tua yang hanya bekerja sebagai pencari plastik bekas di kawasan Neglasari.

“Gimana ya, saya ngikutin keadaan orangtua, dan memang tidak mampu untuk membeli handphone,” kata Nurisma yang tinggal di RT 3/4, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Nurisma menambahkan, jika dirinya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah meminjam handphone tetangga.

“Saya pinjam handphone tetangga untuk mengerjakan tugas, tapi pernah ketinggalan pelajaran karena paket datanya habis,” imbuhnya.

Ida, orangtua Nurisma menerangkan, dalam sehari dirinya hanya memperoleh penghasilan Rp20 ribu sampai Rp25 ribu dalam sehari. Dan, ini hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(ydh)

Komentar Anda

comments