Bawa Ancaman Hama dan Penyakit, Komoditas Pertanian Asal Luar Negeri Dibakar

oleh -

Palapanews.com- Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno-Hatta dan Tanjung Priok memusnahkan komoditas pertanian berpotensi membawa hama dan penyakit yang dibawa dari luar negeri.

Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin Incenerator di Instalasi Karantina Hewan BBKP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kepala BBKP Bandara Soetta, Imam Djajadi mengatakan, komoditas pertanian yang dimusnahkan diantaranya bibit tanaman hias asal Eropa, benih sayuran dari Tiongkok, tanaman hidup, olahan daging dari berbagai asal negara di Asia Tenggara, bulu burung Merak, tanduk Rusa dan ratusan ekor Laba-Laba dalam keadaan hidup. Pemusnahan media pembawa karantina hewan dan tumbuhan ini merupakan hasil tegahan priode bulan Maret-Mei 2020.

“Yang dimusnahkan merupakan hasil tegahan selama masa pandemi covid-19. Kita musnahkan ada dari jenis-jenis produk peternakan, pangan dan holtikultura. Dari tanaman pangan dan holtikultura ini yang mempunyai potensi hama karena dalam bentuk bibit-bibit dalam sachet. Ini kami musnahkan karena tidak memenuhi persyaratan perkarantinaan,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2020.

Imam menjelaskan, komoditas pertanian tersebut berpotensi membawa hama penyakit karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan karantina (Phytosanitary Certificate dan Health Certificate) yang diterbitkan oleh otoritas karantina negara asal.

“Walaupun belum sampai ke analisa laboratorium, kita tetap musnahkan karena persyaratannya tidak lengkap,” katanya.

Imam menuturkan, apabila bibit-bibit tanaman tersebut ditanam di Indonesia bisa berdampak buruk terhadap tanaman yang ada disekitarnya. Oleh karenanya dilakukan pemusnahan.

“Artinya bibit-bibit tersebut sudah tidak terjamin kesehatannya dan harus dimusnahkan. Jadi ini merupakan satu bentuk antisipasi atau pencegahan masuknya hama dari luar negeri,” jelasnya.

Kepala BBKP Tanjung Priok, Purwo Widiarto menjelaskan, komoditas pertanian tersebut bukan barang larangan. “Karena pemilik tidak sanggup untuk melengkapi persyaratan maka akan dilakukan penahanan kemudian dilakukan penolakan atau pemusnahan,” katanya.

Purwo menjelaskan, pihaknya melakukan pemusnahan komoditas pertanian yang dilalulintaskan melalui paket kiriman atau pengiriman pos. Seperti tanduk rusa, bulu burung Merak sebanyak 31 kilogram dan 204 Laba-Laba dalam keadaan hidup.

“Semua produk tersebut dilalulintaskan melalui perdagangan online maupun melalui pengiriman pos atau paket. Memang jumlahnya kecil tapi beragam. Sehingga kurang lebih ada 81 jenis baik itu dari sektor peternakan, tanaman pangan, holtikultura,” jelasnya.(rik)

Komentar Anda

comments