Jokowi Minta Penyaluran BLT Desa dan Bansos Tunai Dipercepat

oleh -
Presiden Joko Widodo. Foto: Setkab

Palapanews.cm- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan telah memerintahkan kepada Menteri terkait untuk mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan cara menyederhanakan prosedur.

“Tadi pagi (kemarin) sudah saya perintahkan kepada Menko PMK, kepada Menteri Sosial, dan juga kepada Menteri Desa untuk mempercepat proses penyaluran BLT Desa maupun Bansos Tunai dengan cara menyederhanakan prosedurnya,” tutur Presiden saat menanggapi mengenai Bansos di masa pandemi Covid-19 melalui daring, Sabtu (16/5).

Jokowi menegaskan untuk memotong prosedurnya sehingga masyarakat segera menerima bantuan sosial ini, baik itu BLT Desa maupun Bansos Tunai.

Dengan adanya wabah Covid-19, menurut Jokowi, Pemerintah sudah memberikan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat. Antara lain, penggratisan listrik untuk pelanggan 450 VA dan juga diskon 50 persen untuk pelanggan 900 VA, bantuan Kartu Sembako untuk 20 juta penerima.

Selain itu, ada juga PKH yang diberikan kepada 10 juta keluarga, BLT Desa dan bantuan berupa Bansos Tunai.

Menurut Jokowi, penyaluran BST bakal dilakukan tiga bulan berturut-turut masing-masing sebesar Rp600.000. Sama halnya dengan BLT, sebesar Rp600.000 yang juga akan diberikan selama 3 bulan berturut-turut.

“Sampai saat ini saya melihat di masyarakat masih terjadi riuh rendah karena tidak mendapatkan BLT Desa dan Bansos Tunai,” Jokowi menambahkan.

Lebih lanjut, Presiden sampaikan, bahwa sampai hari ini BLT Desa yang tersalurkan ke masyarakat baru 15 persen, artinya masih ada 85 persen yang belum diterima oleh masyarakat.

Kemudian juga untuk Bansos Tunai (BST), Presiden sampaikan juga baru kurang lebih 25 persen yang diterima oleh masyarakat, sehingga masih ada 75 persen yang belum diterima.

“Masyarakat saya harapkan juga menanyakan terus kepada RT dan RW-nya atau kepada Kepala Desa-nya,” tandasnya. (red)

Komentar Anda

comments