Cerita Srikandi Relawan Covid-19 Tangsel, Lawan Rasa Takut Demi Kemanusiaan

oleh -
Srikandi relawan Covid-19 Tangsel. Foto: Nad

Palapanews.com- Sebagai garda terdepan, perawat, dokter atau relawan tentunya memiliki risiko tinggi dalam merawat pasien Covid-19. Namun, ketakutan tersebut dapat dikalahkan dengan rasa kemanusiaan.

Salah seorang Relawan Covid-19 dari Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel, Fitratun Nisa diketahui turut mengantarkan pasien sembuh dari Rumah Lawan Covid-19 Tangsel kembali berkumpul bersama keluarganya.

Menurutnya, perasaan takut, khawatir yaang terus hinggap dipikiran, berhasil dikalahkan dengan rasa kemanusiaan yang tinggi untuk menolong.

“Rasa takutnya ada, karena ini yang dilawan virus jadi gak keliatan. Saya pribadi sih saya ngerasa enggak enak aja kalau enggak bisa turun bertugas. Padahal bisa saja saya di rumah ikutin himbauan pemerintah tapi ada rasanya yang enggak enaknya, banyak orang yang butuh masa saya di rumah aja,” ujarnya Senin (4/5/2020).

Menurutnya, relawan merupakan risiko yang harus dihadapinya sebagai relawan. Dua tahun lamanya, Nisa sudah menjadi relawan. Namun, disaat situasi pandemi Covid-19 ini, ia hanya takut akan kesehatan keluarganya.

“Saya bukan takut tertular, saya cuma takut nularin ke orang lain, wabahnya ini kan enggak main-main. Kalau gempa atau banjir yang dirugikan saya sendiri, karena saya yang kena sendiri enggak ngajak siapa-siapa. Kalau wabah Covid-19 ini kan saya bisa aja saya imunitasnya kuat bisa melawan virus itu, tapi saya malah membawa ke orang lain atau keluarga saya di rumah,” ungkap Nisa.

Sementara keluarganya selalu memberikan izin dan dukungan kepada sang anak. Ia pun berpesan dan mengajak kepada seluruh warga Tangsel untuk terus patuh terhadap imbauan pemerintah dan terus menjaga kesehatan serta kebersihan.

“Semoga Covid-19 cepat selesai. Dan, warga bisa mematuhi imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19,” pungkasnya. (nad)

Komentar Anda

comments