Upaya Pemkot Tangsel Cegah Covid-19 Terus Meluas

oleh -
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat rapat membahas Covid-19. Foto: Nad

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan berbagai langkah mencegah meluasnya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Upaya yang dilakukan, antara lain dengan mengeluarkan Surat Keputusan Walikota tentang Status Tanggap Darurat Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan Status Tanggap Darurat diperpanjang dari 2 April sampai dengan tangal 29 Mei 2020. Dengan begitu, pemerintah daerah terus mengajak masyarakat Tangsel untuk meningkatan kewaspadaan.

“Bagaimana kita, Pemerintah Daerah selalu mengajak masyarakat untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak. Jangan keluar rumah bila tidak ada keperluan darurat,” ajak Airin.

Sebelumnya, Pemkot Tangsel pun telah mengimbau agar melaksanakan sekolah dari rumah. Sebagian bekerja dari rumah, olahraga di rumah masing-masing dan ibadahpun begitu.

“Kita juga mendorong agar jangan mengurusi yang hilir saja, tapi yang hulu tetap bertambah, karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk jaga jarak dan lainnya. Salah satu yang menyebabkan imunitas kita turun adalah karena kita membaca hal-hal negatif. Pesan untuk wartawan, selain menyajikan berita kebenaran juga saya berharap berita yang menyejukkan masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan untuk menutup akses lalu lintas, dirinya mengaku harus berkoordinasi dengan wilayah yang menjadi perbatasan karena pergerakan warga Tangsel yang luar biasa.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Foto: Nad

Terpisah, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menambahkan peningkatan kewaspadaan yang dilakukan oleh pihaknya seperti pembentukan gugus tugas hingga tingkat RW. Melalui gugus tugas diharapkan pemutusan mata rantai bisa berjalan lebih cepat.

“Karena gugus tugas, tugasnya mengingatkan masyarakat untuk tidak berkumpul, berkerumun, jaga jarak. Saat ini masih ada yang seperti itu. Masyarakat pada minta disemprot disinfektan, padahal jaga jaraknya sendiri belum dilakukan dan oleh gugus tugas akan jadi tugas prioritas,” bebernya.

Sedangkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sedang dikaji oleh Pemkot Tangsel, mengingat jumlah pasien meninggal di Tangsel mencapai 20 orang.

Menurutnya, ada beberapa kriteria sebelum diusulkan kondisi PSBB di suatu wilayah. Seperti dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, Kapolres, Dandim ada juga kajian dari sisi keamanan dan pertahanan.

“Kajian tersebut sedang digodok oleh Bappeda, nanti dijadikan bahan pertimbangan oleh Walikota Tangsel untuk mengusulkan status PSBB ke Menteri Kesehatan. Seperti itu dan sekarang sedang dalam tahap pertimbangan menyusun oleh Bappeda,” jelasnya. (adv)

Komentar Anda

comments