Cerahkan Investasi Properti, Apartemen Skandinavia Sisa 200 Unit

oleh -
Direktur Skandinavia Apartemen, Norman Eka Saputra. Foto: Nad

Palapanews.com- Saat ini, pengembang tengah berlomba-lomba dan fokus terhadap fasilitas yang disuguhkan melalui masing-masing produknya. Termasuk PT Pancakarya Griyatama selalu pengembang Skandinavia Apartemen yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang.

“Kami telah memasuki masa penghabisan dengan unit yang tersisa berkisar 200 unit. Sedangkan penjualan signifikan per hari ini lebih dari 40 unit di bulan Februari. Padahal targetnya per bulan yakni, 20 unit dan ini menjadi surprise buat kami,” ujar Direktur Skandinavia Apartemen, Norman Eka Saputra di lobby Fika Room, Kawasan Superblock TangCity, Kota Tangerang, Sabtu (29/2/2020)

Penjualan signifikan ini, menurutnya karena Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,7596 dari 5 persen pada Februari 2020 yang diambil disesuaikan dengan kondisi ekonomi global dan domestik.

Kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan nilai inflasi yang terkendali, stabilitas eksternal yang aman serta langkah preventive untuk menjaga momentum ekonomi domestik di tengah tertahannya ekonomi global.

“Bunga acuan Bl ini digunakan sebagai patokan dalam menentukan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) floating rate yang merupakan perhitungan bunga KPR yang nilainya berubah jika bunga acuan BI mengalami perubahan, turun atau naik,” jelasnya.

Saat ini bank berada dalam masa penentuan suku bunga pasti dengan melihat biaya dana yang ada di perseroan. Suku bunga KPR akan asses dengan melihat cast of fund lebih dulu untuk turun. Bunga acuan ini diprediksikan dapat turun hingga mencapai 4,25%, yakni penurunan sebesar 0,75%, penurunan ini bahkan menjadi titik terendah suku bunga acuan Bl selama 20 tahun terakhir.

“Sehingga ini kembali menjadi momentum yang menguntungkan bagi pasar properti, developer semakin memiliki peluang bagi masyarakat yang belum berinvestasi di sektor properti,” lanjut Norman.

Dengan semakin menurunnya suku bunga sebanyak 0,25% bahkan diprediksikan mencapai hingga 0,75%, ditambah lagi dengan nilai tukar rupiah yang semakin menguat, akan semakin membawa energi dan pergerakan peralihan investasi ke emas dan properti.

“Kami yakin apresiasi masyarakat, khususnya terhadap sektor property akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Terlebih, fasilitas-fasllltas yang lebih standard terus diupayakan, dengan tujuan untuk melengkapi dan mempermudah kebutuhan para penghuni maupun pengunjung Superblock. (nad)

Komentar Anda

comments