Gandeng Kemen PUPR, Pemkot Tangsel Fasilitasi ASN Rumah Susun

oleh -
Kabid Permukiman pada Disperkimta Tangsel, Carsono. Foto: Nad

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) menyediakan Rumah Susun (Rusun) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini untuk memfasilitasi ASN yang belum memiliki rumah sendiri.

Rencananya, rusun yang akan dibangun diatas tanah seluas 1,3 hektar ini berlokasi Jalan Rawa Buntu Utara, Kampung Dadap, Serpong. Dengan lokasi asal dari penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) BSD yang totalnya mencapai 3,6 haktar di beberapa titik.

Kabid Permukiman pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Carsono mengatakan, lahan tersebut di dapat dari PSU dari BSD seluas 3,6 hektar, hanya terpencar-pencar tapi seluas 1,3 untuk rusunawa ASN serta beberapa lokasi lainnya untuk pembangunan pemakaman dan lainnya.

Karena Kementerian PUPR hanya membangun sarana gedungnya saja, maka kewajiban Pemkot Tangsel membangun sarana pendukung seperti akses jalan, pemakaman, jembatan hingga taman. Sedangkan untuk jembatan, dan perataan lahan sudah dilakukan oleh Pemkot Tangsel, sehingga tinggal menunggu saja untuk tindak lanjut dari Kementerian PUPR.

“Pemda sudah menyiapkan lahan dan dari Dinas PU sudah membuat jembatan. Artinya dari kewajiban pemerintah daerah sudah dilaksanakan tinggal menunggu Kementerian PUPR untuk pembangunan Rusunawa,” ujarnya, Rabu (18/12/2019).

Rusun ASN nantinya akan dibangun dua tower, dengan 10 lantai berkapasitas sekitar 300-an kamar untuk keduanya. Per ruangan luasnya 36 meter persegi, dengan kapasitas dua anak istri dan suami. Bagi para penyewa yaitu ASN tinggal membayar bulanan, listrik dan air.

“Aksesnya, Jalan Raya Rawabuntu, dekat perempatan Terminal BSD atau taman jajan persisnya di belakang pertokoan aksesoris mobil. Tentu sangat mudah dijangkau,” beber ia.

Sebetulnya telah direncanakan oleh Kementerian PUPR sejak tahun 2018-2019, namun anggaranya digunakan untuk bencana alam di Palu-Donggala.

“Ya, terkendala skala prioritas di Kementerian PUPR, awalnya karena ada bencana alam sehingga ada pemotongan anggaran tapi Ibu Wali sudah mengirimkan surat lagi kepada KemenPUPR untuk realisasi 2020 mendatang,” jelas Carsono.

Rusunawa ASN ini diprioritaskan bagi para staf yang belum memiliki rumah sendiri dengan batasan sebelum lima tahun boleh menyewa. Harapannya selama sewa dapat menabung untuk membeli Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) melalui Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ada di Tangsel.

Rusunami di Tangsel yang dibangun oleh pengembang ada dua jenis, pertama Rusunami komersil dan kedua untuk Rusunami MBR yang merupakan dari kewajiban pengembang dari hunian berimbang sebesar 2 persen. (nad)

Komentar Anda

comments