Administrasi jadi Kendala Penyerahan Aset di Tangerang

oleh -

Palapanews.com- Permasalahan serah terima aset dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang belum terselesaikan.

Belum selesainya penyerahan tersebut dilandaskan karena adanya tahapan yang belum dilakukan oleh keduanya.

“Kan 56 bidang aset harus di cek satu-satu, itu butuh waktu. Belum harus ke Badan Pertanahan Negara (BPN), ada tahapan-tahapan yang harus dilewati,” ujar Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat mengunjungi Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu, 21 Agustus 2019.

Pemkab Tangerang sendiri akan menyerahkan sebanyak 56 aset miliknya dengan nilai sebesar Rp300 miliar ke pihak kota, sementara sebanyak tujuh aset milik Pemkot Tangerang sebesar Rp6 miliar akan diserahkan ke kabupaten.

Menurut Zaki, lamanya penyerahan aset juga harus dilalui lantaran berbagai proses yang harus dilewati, seperti konsultasi ke DPRD. DPRD sendiri, lanjutnya, saat ini tengah masa pergantian.

“Kabupaten Tangerang Insya Allah pelantikannya Jumat, 23 Agustus 2019. Kota Tangerang sendiri baru pelantikan DPRD 2 September 2019. Intinya semuanya hampir final, tinggal DPRD karena ada beberapa hal yang perlu dibahas,” katanya.

Zaki mengatakan, aset ini telah menjadi permasalahan yang belum terselesaikan sejak dahulu. “Jadi yang penting selama kepemimpinan saya dan Pak Arief, banyak PR dari jaman dulu akan segera kita selesaikan. Seperti aset dan batas wilayah,” ucapnya.

Zaki menuturkan, 56 aset tersebut terdiri dari Stadion Benteng dan bangunan-bangunan perkantoran yang ada di wilayah Cikokol akan diserahkan kepada Pemkot Tangerang. Sementara, Kota Tangerang akan menyerahkan kepada Pemkab seperti TPA Jatiwaringin.

“TPA Jatiwaringin itu bantuan dari EDP yang belum dimanfaatkan. Lebih baik kabupaten yang manfaatkan, karena ke depannya akan kita rencanakan bangun tempat pemusnahan di TPA itu,” jelasnya.

Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, penyerahan aset ini ada masalah di administrasi. Pihak kabupaten meminta adanya tambahan aset yang akan diberikan nantinya.

“Iya tadi ada masalah administrasi tambahan yang ingin diminta pihak kabupaten, nanti perlu kita konsultasikan ke pihak DPRD. Mudah-mudahan ini segera kita bisa selesaikan dalam rangka menunjang pembangunan yang ada di kabupaten dan kebutuhan pembangunan di kota. Karena, aset-aset ini sudah cukup lama jadi PR bersama,” ujar Arief.

Arief menambahkan, kunjungan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar selain membahas aset, juga mensinkronisasi tata ruang dan membahas air bersih.

“Selain itu juga bahas jaringan jalan termasuk di Kota Tangerang dampak dari adanya pembangunan yang menyebabkan truk tanah berlalu lalang. Beliau (Zaki) menyarankan supaya sinkron dengan apa yang sedang dilakukan oleh kabupaten supaya tidak menggangu masyarakat,” jelasnya.(rik)

Komentar Anda

comments