7.000 Ton Batubara Tumpah di Laut Pandeglang, Pemprov Banten Diminta Bertindak

oleh -

Palapanews.com- Sedikitnya 7.000 ton batubara yang dibawa tongkang BG Nautika tumpah di laut Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Cimanggu, Minggu (14/7/2019) lalu. Kejadian tersebut meresahkan banyak pihak khususnya masyarakat Pandeglang, lantaran pemerintah daerah setempat dinilai hanya diam menanggapi permasalahan ini.

Merespon kejadian tersebut, Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera mengambil tindakan tegas. Karena kejadian itu telah merusak ekosistem laut, pencemaran lingkungan, merugikan nelayan dan masyarakat sekitar.

“Kami menuntut agar pemerintah Provinsi Banten angkat bicara mengusut tuntas persoalan tumpahnya 7.000 ton batu bara diperairan laut pandeglang,” kata Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, Awadudin Angkrih.

Dalam hal ini, lanjut Awad, Pemda sebaiknya berani mengambil sikap tegas untuk segera membuat surat pernyataan agar memberhentikan perusahaan batubara yang tumpah di perairan laut pandeglang.

“Pemda saharusnya tegas dong, karena kejadian itu sering terjadi. Ini sudah jelas menimbulkan banyak dampak buruknya terhadap ekosistem laut jika terus dibiarkan terjadi seperti ini,” tandasnya.

Ia juga mengatakan, proses pengiriman batubara di laut pandegelang wajib diaudit secara keseluruhan oleh pemrov Banten.

“Jika tuntutan ini tidak direspon, kami mengambil sikap aksi ke Pemerintah Provinsi Banten agar proses pengiriman batubara dilaut Pandeglang di audit secara keseluruhan, kalau masih bermasalah, harus diberhentikan,” tegasnya. (rob/red)

Komentar Anda

comments