PT IKPP Tangerang Ajari Warga Produksi Ecoprint

oleh -

Palapanews.com- Puluhan warga mengikuti pelatihan ecoprint di aula PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tbk Tangerang, Serpong Utara, Kota Tangsel pada Rabu, (26/3/2019).

Puluhan peserta ini diajarkan membuat batik dari berbahan daun dan tumbuhan dengan media kain. Pelatihan ecoprint ini bertujuan untuk menambah keterampilan dalam pemberdayaan masyarakat.

“Ecoprint adalah merupakan salah satu teknik untuk membuat motif batik pada kain. Teknik ecoprint mulai menjadi tren semenjak dua tahun terakhir, teknik tersebut terbilang unik dan mudah karena memanfaatkan bahan-bahan alami dari tumbuhan disekitar kita sebagai sumber pola dan warna bahan-bahan ini berasal dari bunga, daun, batang dan bagian tumbuhan yang lain,” kata Head of Sustainabilty PT IKPP Tangerang, Kholisul Fatikhin.

Kholisul menjelaskan kegiatan tersebut bagian dari corporate social responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat untuk warga sekitar pabrik. Diharapkan pelatihan ramah lingkungan ini membawa dampak positif bagi warga.

“Yang ikut pelatihan bisa menularkan keterampilan ecoprint ke ibu-ibu lainnya,” ujarnya.

Sementara, Mentor pelatihan ecoprint dari Momika Botanical Print Linda Marina mengatakan, ecoprint merupakan jenis batik yang dibuat melalui proses alami. Semua bahan yang digunakan merupakan bahan alami seperti daun, kayu, hingga tumbuh-tumbuhan. Ecoprint ini bisa dibuat untuk tas, sepatu, kaus, selendang bahkan kerudung.

“Kekayaan alam bisa kita manfaatkan untuk kreatifitas ecoprint,” ujarnya.

Linda menjelaskan ada beberapa teknik yang digunakan untuk menghasilkan motif ecoprint yang indah diantanya yakni pounding (dipukuli) dan steaming (dikukus).

Untuk pounding daun yang telah dikumpulkan lantas dipukul-pukul diatas lembaran kain putih sehingga mengeluarkan warna yang alami.

“Setelah pounding tahap selanjutnya kain akan di steaming beberapa jam di dalam panci, setelah itu direndam air tawas agar warna daun tidak luntur saat di cuci,” ucapnya.

Kata Linda saat ini ecoprint tengah digandrungi sebagian orang. Karena pembuatannya mudah dan bahan bajunya gampang didapat. Untuk pemasaran sampai saat ini masih mengandalkan penjualan online dan promosi memanfaatkan media sosial.

“Hasil produk kita bahkan sudah di pasaran ke luar negeri sebagai buah tangan,” tandasnya.

Salah satu peserta pelatihan Acin mengaku baru pertama kali mengikuti pembuatan ecoprint dan antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Seneng saya bisa buat cetakan daun di atas kain. Alhamdulillah hasilnya bagus,” ucapnya. (kie)

Komentar Anda

comments