Usai Jalani Sidang Tuntutan, Napi Narkoba Balik ke Lapas Diduga Bawa Putau

oleh -

Palapanews.com- MIF (26), seakan tak jera dengan dinginnya jeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Tangerang.

Pasalnya, dirinya kembali berulah dengan narkoba. Kali ini upayanya dalam menyelundupkan barang yang diduga narkoba jenis putau sirna setelah modusnya terendus petugas Lapas.

Menjalani masa tahanan 5 tahun di Lapas rupanya tak membuat jera MIF, dari rumah tahanan (Rutan) Jambe Kabupaten Tangerang, MIF terpaksa harus diterbangkan ke Lapas Kelas 1A Tangerang untuk menjalani masa tahanan sebagai pengedar narkotika.

Narapidana kasus narkotika ini terpaksa harus kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang lantaran adanya dugaan keterkaitan dengan seorang pengedar yang ditangkap di luar lapas.

Namun, saat menjalankan sidang tuntutan dengan rekannya yang masih berstatus sebagai tahanan titipan Jaksa di lapas yang berbeda, MIF malah mencoba memasukan barang yang diduga narkoba ke dalam tempatnya menjalani hukuman di Lapas Kelas 1A Tangerang.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KKPLP) Lapas Kelas 1A Tangerang, Handanu mengatakan, yang bersangkutan sudah sejak 2016 mendiami Lapas Kelas 1A Tangerang. Dalam menjalani masa tahanan sebagai terpidana kasus narkoba, Handanu menambahkan, pelaku dijerat dengan pasal sebagai pengedar narkoba.

Rupanya dalam menghabisi masa tahanan sebagai narapidana, MIF kembali diduga melakukan bisnis haram ini di luar.

“Pelaku berinisial MIF dipindahkan dari Rutan Jambe ke Lapas Kelas 1A Tangerang sudah dari 26 November 2016, dengan kasus narkoba. Di Rutan Jambe dia kasus narkoba dan disangkakan Pasal 114 sebagai pengedar. Kemudian ada seorang yang ditangkap diluar dan melibatkan namanya makanya dia kembali menjalani sidang,” ujar Handanu saat dikonfirmasi, Kamis, 21 Maret 2019.

Namun, lanjutnya, saat menghadiri sidang di PN Tangerang, MIF malah kembali memilih berurusan dengan hukum. Pasalnya, saat pulang dari PN Tangerang, MIF membawa sebungkus serbuk yang diduga narkotika jenis putau.

“Pelaku pulang sidang tuntutan, saat kami periksa barang bawaannya ditemukan dalam kemasan kardus warna biru di dalamnya ada chargeran dan ternyata ada berupa serbuk kristal yang kami duga narkoba,” jelasnya.

Saat itu petugas pintu utama Lapas yang menggeledah barang bawaan MIF curiga dengan plastik bening yang berisi serbuk.

“Kami temukan barang yang kami duga putau seberat setengah ons. Jadi untuk sementara pengakuannya barang tersebut adalah pembersih WC karena dia juga membawa tisu dan pembersih lantai,” kata Handanu.

Atas perbuatannya, MIF kini kembali harus menjalani pemeriksaan oleh Satnarkoba Polres Metro Tangerang keterkaitan barang tersebut. Handanu menambahkan, pihaknya akan terus waspada untuk meminimalisir peredaran narkotika yang ada di Lapas.

“Jadi ini adalah bukti komitmen kita dalam bersih dari halinar (hp, pungli, narkoba). Yang bersangkutan saat ini masih dalam pemeriksaan kepolisian. Sementara barang itu sedang dilakukan uji lab,” ucapnya.

Sementara, Ketua Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Kota Tangerang, San Rodi mengatakan, pengungkapan narkoba di dalam Lapas merupakan hal biasa.

“Itu sudah sering. Kami meminta lembaga penegak hukum baik kepolisian maupun BNN untuk melakukan investigasi pengungkapan yang dilakukan petugas lapas terhadap narapidana yang baru saja melakukan sidang,” kata Rodi.

Rodi meminta pihak terkait untuk melakukan pencegahan secara rutin di Lapas-lapas yang ada. Pasalnya, ia mengatakan, ini tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan petugas dalam jaringan narkotika di lapas.

“Kami apresiasi pengungkapan ini. tapi kami juga minta pihak terkait rutin melakukan upaya pencegahan seperti tes urine terhadap narapidana dan juga petugas. Kemudian petugas juga harus melakukan sidak rutin ke blok-blok napi,” jelasnya.(rik)

Komentar Anda

comments