Tingkatkan Komunikasi, Pegawai Disperkimta Tangsel Belajar Public Speaking

oleh -
Plt Kepala Disperkimta Tangsel Teddy Meiyadi memberi sambutan. Foto: Ist

Palapanews.com- Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menginstruksikan dan mendorong para pejabat di lingkungan pemerintahannya supaya mampu berkomunikasi secara efektif. Hal tersebut bertujuan agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangsel, Teddy Meiyadi didampingi Kasubag Umum dan Kepegawaian, Adi Santoso terlihat hadir dalam pelatihan Public Speaking Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di The Asia Pacific Competency Center, Kawasan BSD Serpong, Kota Tangsel.

“Adanya instruksi tersebut, membuat saya mengadakan pelatihan ini. Berbicara di hadapan masyarakat, tentunya harus dengan komunikasi dan bahasa yang baik. Terlebih, sebagai pejabat publik dengan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/2/2019).

Diharapkan dengan adanya pelatihan Public Speaking, para pegawai Disperkimta Tangsel dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi langsung dengan masyarakat, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

Pegawai Disperkimta Tangsel menyimak penjelasan tentang public speaking. Foto: Ist

Oleh sebab itu, selama dua hari sebanyak 12 pegawai diajarkan bagaimana teknik komunikasi dengan masyarakat. Terlebih bidang-bidang yang ada di Disperkimta, seperti pertanahan, permukiman, perumahan, pemakaman dan PJU listrik, bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Biasanya masyarakat suka marah karena proses yang lama. Contohnya, pembebasan lahan, nah karena kita terjun langsung ke masyarakat, bagaimana caranya agar mereka tidak marah dan mengerti. Maka itu, kita jalin komunikasi dengan tatanan bahasa yang baik,” imbuhnya.

Pemimpin akan lebih baik jika menganggap komunikasi itu penting. Dengan adanya komunikasi, Public Speaking yang baik, kemarahan-kemarahan masyarakat bisa teratasi, sehingga fungsi kontroling bisa dilakukan bersama-sama.

“Saya menghimbau agar para camat dan lurah pun membuka komunikasi yang baik kepada masyarakat. Seperti halnya staff saya yang selalu saya imbau untuk berkomunikasi yang baik dengan media,” ungkapnya.

Rosilia Wulan selaku Pembicara dari Yayasan Nayla Citra Bangsa. Foto: Ist

Sementara Rosilia Wulan selaku Pembicara dari Yayasan Nayla Citra Bangsa, mengutarakan bahwa pelatihan ini sangat diperlukan sekali untuk ASN selaku pelaksana dengan tugasnya yang berhubungan dengan masyarakat.

“Bagaimana situasi pekerjaan dengan kebijakan kondusif, agar tujuan dapat disampaikan dengan baik kepada semua pegawai dan untuk menyalurkan di masyarakat. Bagaimana komunikasi kepada masyarakat, khususnya dengan akademis yang kurang tinggi,” bebernya.

Masyarakat sekarang makin lama akan makin pintar dan dirinya berharap pejabat dapat menggali ilmu dan kemampuan untuk melayani masyarakat heterogen dengan pola hidup yang terus berkembang.

“Untuk teori tentang bagaimana cara membuat naskah pidato yang baik, bagaimana teknik menghadapi rasa gugup dan menggali ketakutan mereka dalam berbicara di depan umum, saya fokuskan di hari pertama pelatihan. Sedangkan hari kedua, lebih ke praktek bagaimana posisi kaki saat berdiri. Dan progres yang lebih baik dari hari pertama terlihat saat peserta mempraktekan kegiatan-kegiatan tersebut,” pungkasnya. (adv)

Komentar Anda

comments