Menag RI Ajak Siswa SMAI Al Azhar BSD Merawat Keberagaman

oleh -
Menag Lukman Hakim memberikan materi pada Edu Fair 2019 di SMAI Al Azhar BSD. Foto: Nad

Palapanews.com- Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Syarifuddin menghadiri event Edu Fiar 2019 di SMA Islam Al Azhar BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (18/1/2019). Menag memberikan materi tentang keberagaman dan mengajak para siswa untuk merawat keberagaman di Indonesia.

Acara yang dihadiri ratusan siswa ini digelar di Gedung Auditorium Al Azhar BSD, Jumat (18/1/2019). Para siswa juga antusias saat Menteri Agama Lukman Hakim memberikan materi mengenai inspirasi bagi para remaja agar lebih mencintai agama dan juga saling menghormati.

Salah seorang siswa, Erlangga bertanya kepada Menag. “Mengapa di Indonesia selalu terjadi perpecahan,” tanya siswa itu kepada Menag Lukman dalam sesi tanya jawab.

Lukman yang mendengar pertanyaan tersebut, sangat mengapresiasi apa yang ditanyakan Erlangga. Ia menjabarkan panjang lebar terkait hal itu dengan menganalogikannya dalam gambar sejumlah kotak di papan tulis.

Lalu, Menag menanyakan ada berapa jumlah kotak yang digambarnya. Muncul lah, berbagai macam jawaban yang terlontar dari para siswa. Seusai memberikan materi tersebut, Lukman menjelaskan bahwa maksud dan tujuan dari simulasi permainan yakni, untuk memahami banyaknya cara pandang yang dikeluarkan.

“Hanya simulasi permainan, kita mendapatkan inspirasi memahami konteks kekinian. Karena sering kali berselisih dan berkonflik, penyebabnya perbedaan cara pandang saja, seolah kita merasa paling benar dan menyalahkan orang lain,” tuturnya.

Menurutnya, Allah SWT sebenarnya mengajarkan kita bagaimana menyikapi keberagaman yang ada di Indonesia ini.

“Sadarkan orang lain bahwa sebenarnya cara pandang itu beragam. Yang dituntut oleh Allah SWT bukanlah menyatukan kita semua, yang dituntuk oleh Allah yakni kearifan kita untuk menyikapi keragaman ini. Itu banyak ayat Al Quran yang bicara,” paparnya.

“Jadi kita tidak dituntut menyeragamkan semua orang dari pandangannya segala macam, itu melanggar sunatullah. Yang dituntut kita adalah kearifan menyikap itu (keberagaman). Sehingga dari keragaman mendapatkan kemaslahatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Islam Al Azhar BSD Agus Salim Hakim mengatakan, dengan acara ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada siswa SMA Islam Al Azhar BSD agar memahami agama lebih baik.

“Jadi ini acara rutin yang kami gelar. Talkshow ini, seperti tadi yang diberikan oleh Menteri Agama saya harapkan memberikan semacam pencerahan beragama yang baik, bagaimana menyikapi akhlak jadi anak bangsa yang baik,” ungkapnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Yayasan Islam Al Azhar BSD Adang Kurnia, berharap agar remaja khusunya siswa Al Azhar BSD bisa lebih baik.

“Ya tujuannya diadakan ini, untuk membangkitkan anak bangsa. Saya disini juga untuk menyemangati mereka untuk lebih baik kedepan dalam menghadapi normatif yang ada, agar lebih sabar dan lebih bersama-sama,” terangnya.

Tak hanya Menteri Agama saja, mantan penyanyi cilik Tasya Kamila dan Pandji Pragiwaksono juga turut memberikan materi mengenai bagaimana cara menghadapi tantangan di masa depan. (nad)

Komentar Anda

comments