Palapanews.com- Open office, sebagai program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) untuk menampung aspirasi masyarakat setiap Jumat akan ditutup sementara. Ini dilakukan mengingat akan datangnya Pemilu Presiden (Pilpres) dan Legislatif (Pileg) 2019.
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan penutupan program tersebut hanya bersifat sementara. Terlebih, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel juga sudah mengimbau agar program tersebut ditutup sementara.
“Ada masukan dari Bawaslu, sama seperti Pilkada Tangsel dan Pilgub (ditutup) sementara. Tapi, sebagai kajian akan dibahas oleh Staf ahli dan assisten apabila bisa (open office), kita jalankan,” ujar Airin saat menghadiri peletakan batu pertama Masjid Abbu Bakar Siddiq, Rabu (16/1/2019).
Walaupun open office akan ditutup jelang Pilpres dan Pileg 2019, warga tetap bisa datang untuk berkeluh kesah kepada pemerintah.
“Kalau warga dateng, ya bisa saja kaya setiap hari kita monitor. Tapi tidak bisa ketemu dengan saya, kalau open office kan setiap Jumat bisa ketemu saya atau staf ahli atau staff khusus,” ungkapnya.
Menurutnya, open office merupakan sarana pemerintah yang tidak bisa dihilangkan. Pihaknya tidak bisa mencegah masyarakat untuk datang menyampaikan apa yang dia keluhkan, padahal di satu sisi itu adalah sarana pemerintah. (nad)
