Penjualan Makanan di Giant Lesu, 532 Karyawan Kena Imbas

oleh -
Massa dari Asosiasi Pekerja Supermarket berunjuk rasa di kantor Pusat Hero, Bintaro. Foto: Nad

Palapanews.com- Selama sembilan bulan pertama tahun 2018, kinerja bisnis makanan di Giant Supermarket terus menghadapi kondisi menantang. Kerugian di bisnis makanan pada kuartal ketiga tahun 2018 ini lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, Tony Mampuk mengatakan bahwa penjualan bisnis makanan turun 6 persen dan mengakibatkan kerugian operasi sebesar Rp163 miliar memburuk dibanding Rp79 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Dan 532 karyawan yang terdampak dari 26 gerai Giant adalah karyawan Food Business,” paparnya, Jumat (11/1/2019).

Saat ini, kata Tony, perusahaan sedang menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan. Oleh karena itu pihaknya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang.

Sementara itu, penurunan penjualan juga disebabkan penutupan beberapa toko yang nerkinerja tidak sesuai yang diharapkan. Total penjualan dalam sembilan bulan pertama tahun 2018 adalah 1 persen lebih rendah menjadi Rp 9.849 miliar (2017, Rp9.961 miliar) disebabkan oleh penjualan yang lebih rendah di bisnis Makanan.

“Meski demikian, bisnis non makanan tetap menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat.
Penjualan di Guardian dan IKEA tumbuh 24 persen menjadi Rp 2.008 miliar (2017, Rp1.619 miliar) dengan penjualan like-for-like yang kuat menghasilkan laba operasi sebesar Rp296 miliar, dibandingkan dengan Rp231 miliar pada periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Sebelumnya, 532 karyawan atau 92 persen dari tutupnya 26 toko yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja, serta telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Kementerian Tenaga Kerja RI No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. (nad)

Komentar Anda

comments