Ini Rekomendasi HMB Jakarta untuk Pemulihan Ekonomi Warga Banten

oleh -
Mahasiswa HMB Jakarta bertandang ke Kantor Dispar Provinsi Banten. Foto: Rob

Palapanews.com- Himpunan Masyarakat Banten (HMB) Jakarta mengeluarkan sejumlah rekomendasi pemulihan ekonomi kawasan Banten pasca dihantam tsunami Selat Sunda, akhir 2018 lalu. Rekomendasi ini disampaikan langsung kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Program pemulihan mata pencaharian di laut Banten adalah buah inisiatif dari hasil kajian HMB Jakarta melalui tim kajian “Banten Beach Livelihoods Recovery Programme”. guna membantu masyarakat pesisir Banten yang terkena dampak tsunami Selat Sunda,” kata Sekretaris Umum HMB Jakarta, Rizki Irwansyah.

Menurutnya, tsunami yang menghantam pesisir Banten mengakibatkan aktifitas di laut dan pantai mati total. Selain meninggalkan trauma psikis yang mendalam bagi masyarakat pesisir, peristiwa itu juga mengakibatkan terputusnya mata rantai ekonomi masyarakat Banten.

“Terputusnya mata rantai ekonomi masyarakat Banten harus di sikapi dengan jelas,” ujarnya.

Perwakilan HMB Jakarta, Muhammad Fahri mengatakan Banten Beach Livelihoods Recovery Programme bisa membantu Pemprov Banten dalam membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir Banten yang terpuruk. Harapannya, aktifitas di pesisir pantai Banten bisa pulih dengan cepat.

“Saya berharap Banten Beach Livelihoods Recovery Programme mampu memberikan pencerahan kepada pemerintah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir di Banten,” tandasnya. (rob/red)

Berikut Program yang ditawarkan oleh Tim Kajian HMB Jakarta;

Program Jangka Pendek

  1. Meminta BMKG untuk mengeluarkan pernyataan resmi bahwa laut Selat Sunda sudah aman.
  2. BMKG segera melakukan pemasangan alat pendeteksi tsunami di laut Selat Sunda.
  3. Optimalisasi Nelayan dan Petani
  4. Pembukaan lowongan kerja bagi masyarakat terdampak tsunami.

Program jangka panjang;

  1. Membuat regulasi kebijakan untuk melakukan promosi besar-besaran destinasi wisata laut Banten.
  2. Pelatihan dan pembinaan pedagang; membentuk pedagang ramah wisata
  3. Adanya regulasi untuk menata ulang kawasan wisata
  4. Penanaman pohon mangrove

Komentar Anda

comments