Palapanews.com- Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berunjuk rasa di depan Balaikota Tangsel Jalan Raya Maruga, Ciputat, Selasa (27/11/2018). Massa mengkritisi masih banyaknya ketimpangan pada pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dalam 10 tahun terakhir.
Pantauan di lokasi, massa berkumpul di depan pintu masuk Balaikota Tangsel sekira pukul 13.30 WIB. Orasi berupa kritikan rapor merah atas pembangunan di Tangsel terus disampaikan.
Namun, lantaran aksinya tak mendapat respons dari pejabat di Balaikota, massa akhirnya berusaha masuk ke dalam. Mereka pun mendapat hadangan dari petugas Satpol PP dan kepolisian yang membuat pagar hidup.
Suasana makin memanas, massa dengan petugas terlibat aksi saling dorong. Bahkan, sejumlah massa terlibat baku hantam dengan polisi dan Satpol PP. Akhirnya, massa pun mundur. Bentrok kembali terjadi saat massa hendak membakar ban.
Koordinasi aksi, Aan Widya mengatakan banyak proyek mubazir yang dijalankan Pemkot Tangsel. Salah satunya, proyek menara pandang di kawasan Balaikota Tangsel yang sebetulnya pembangunannya tidak mendesak.
“Cuma buang-buang duit. Sementara pelayanan di RSU masih jauh dari baik. Setiap harinya, 700 pasien harus menunggu untuk diobati, dari jam 4 pagi sampai jam 4 sore. Belum lagi dunia pendidikan yang banyak pungutan,” tandasnya.
Ia menilai apa yang dilakukan pemerintah daerah sudah mencederai visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Misi yang pertama sudah dikhianati. Katanya membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. Sementara dunia pendidikan masih acak-acakan. Bagaimana mau membangun SDM yang berkualitas,” tandasnya. (one)
