Palapanews.com- Besok, Jumat (13/10/2018) bakal ada event besar di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Pemerintah daerah setempat, bakal menggelar event akbar bertajuk Lhokseumawe Traditional Culture Festival yang digelar di Lapangan Meunasah Blang Kandang Lhokseumawe sampai 16 Oktober nanti.
Acara yang bertema Revitalisasi Budaya Tradisional Kota Lhokseumawe Menuju Banda Silaturrahmi dan Berwawasan Global ini menampilkan 4 (empat) ragam kegiatan, yaitu: Festival Kuliner Aceh, Festival Boh Gaca (Kreasi inai Aceh), Festival Peuratep Aneuk (Alunan menidurkan anak) dan Festival Rapai (Gendang).
Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Lokseumawe, Diana Rosa menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa mengambil peran untuk meningkatkan harga diri dan martabat masyarakat kota sebagai jati diri daerah yang kaya budaya dan bangsa Indonesia yang merdeka dan bersatu melalui dimensi keberagaman, kesenian dan kebudayaan.
“Melalui Lhokseumawe Traditional Culture Festival ini, sangat diharapkan agar para budayawan dan seniman, baik pencipta karya maupun pelaku, dapat mengapresiasikan keahliannya masing-masing dalam memajukan kebudayaan di Kota Lhokseumawe,” katanya dalam siaran persnya.
Kasi Promosi pada Disporapar, Zulafrizal atau yang lebih dikenal Joel Pasee menambahkan acara Lhokseumawe traditional Culture Festival ini dirancang dengan sangat sempurna, banyak sekali talent yang akan tampil pada pagelaran ini.
Salsabil, Rial Doni, dan Joel Pasee sendiri akan menjadi penampil utama didalam acara ini. Selain itu acara ini juga menyuguhkan berbagai seni tradisional dan atraksi budaya lainnya yang akan ditampilkan oleh Sanggar Pocut Meurah Inseun, Sanggar Pujasera, Sanggar Rangkang Belia, Geunta Atjeh Community, Komunitas Seni Aceh, Harmoni, Pinto dan masih banyak talent lain.
Kiranya pelaksanaan event Lhokseumawe Traditional Culture Festival ini menjadi moment yang tepat untuk menegaskan dan menunjukkan keragaman kebudayaan tradisional Kota Lhokseumawe, untuk masyarakat Kota Lhokseumawe sendiri maupun masyarakat Aceh, nasional bahkan Internasional secara umum. (red)
