Baharkam Polri Punya Pesawat Baru, CN295

oleh -
Baharkam Polri menerima pesawat CN295 dari PT DI. Foto: Rik

Palapanews.com- Direktorat polisi udara Baharkam Mabes Polri mendatangkan satu pesawat multiguna baru jenis CN295, rakitan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Penerimaan tersebut dilakukan di markas kepolisian Ditpol Udara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, yang diserahkan langsung oleh Dirut PT DI Elfien Goentoro kepada Kabarhakam Komjen Moechgiyarto.

Elfien Goentoro mengatakan, penyerahan pesawat CN295 ini dilakukan empat bulan lebih awal dengan status Ahead of Time dari target delivery yang tertulis pada kontrak, yaitu Januari 2019. Sedangkan satu unit Helikopter BELL 412EP penyerahan sesuai kontrak pada September 2019.

Menurut Elfien, kontrak jual beli tersebut merupakan bentuk apresiasi dan kepercayaan Kepolisian Udara Republik Indonesia terhadap produk PT DI.

Elfien menjelaskan, pesawat CN295 merupakan pengembangan dari pesawat CN235 yang badan pesawatnya (fuselage) diperpanjang tiga meter dan menggunakan mesin terbaru turboprop Pratt & Whitney PW127G yang dilengkapi enam bilah baling-baling Hamilton Standard 586-F.

Pesawat CN295 memiliki lima konfigurasi, yakni VIP, Passenger, Troops, Paratroops, dan Medical Evacuation. Konfigurasi ini telah disiapkan PTDI dan diserahkan bersamaan dengan penyerahan pesawat.

Kapasitas untuk konfigurasi passenger adalah 50 orang, konfigurasi troops kapasitas adalah 70 orang, konfigurasi fully equipped paratroops kapasitasnya adalah 45 orang, sementara untuk konfigurasi medical evacuation mampu membawa 24 stretchers.

Pesawat CN295 Polud ini merupakan pesawat terbang hasil kerjasama industri antara PT DI dengan Airbus Defense & Space (ADS) yang dikerjakan di kawasan produksi PT DI di Bandung.

Dengan diserahkannya pesawat CN295, diharapkan dapat meningkatkan kinerja Kepolisian Udara Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan operasi kepolisian Udara. Pesawat CN295 Polud ini merupakan pesawat ke-10 yang diproduksi PTDI, dimana 9 unit pesawat CN295 sebelumnya sudah diserahkan dan dioperasikan oleh TNI AU.

“Penggunaan hasil produksi bangsa sendiri, disamping merupakan kebanggaan nasional yang harus dipupuk dan ditingkatkan, adalah juga merupakan upaya jangka panjang bagi bangsa Indonesia untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan dari pihak luar negeri, terutama dalam memenuhi kebutuhan alat peralatan pertahanan dan alat peralatan lainnya yang dibutuhkan oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Elfien, Jumat (7/9/2018).

Kabarhakam Mabes Polri Komjen Moechgiyarto mengatakan, pesawat yang dibeli dengan skema kredit Swasta Asing (KSA) ini adalah pesawat ke 11 milik Direktorat Polisi Udara RI.

“CN295 kita sudah ada 10 dengan hadirnya ini bertambah menjadi 11, sedangkan helikopter kita ada 48. Nanti akan ditambah 1 lagi menjadi 49 armada untuk tahun 2018,” kata Moechgiyarto.

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini, jumlah pesawat yang ada saat ini, memang jauh dari ideal. Namun pihaknya berusaha memenuhi standar minimal peralatan dan perlengkapan Polisi udara.

“Kalau ideal negara tak akan mampu, kita standar minimal saja kita akan buat standar kebutuhan minimal peralatan udara itu sejauh berapa yang kita inginkan. Memang kalau kita lihat standar kebutuhan masih jauh dari harapan yang kita inginkan,” jelas Moechgiyarto.

Moechgiyarto menambahkan, pembelian pesawat dengan skema KSA ini, cukup memakan waktu karena dari proses kontrak di tahun 2011 baru terwujud di tahun 2018 ini.

“KSA proses 2011 dan baru sekarang selesai jadi 7 tahun. Kalau APBN kita tak mampu membeli pesawat ini,” ucapnya. (rik)

Komentar Anda

comments