Pelaku Penusukan Ojan Bukan dari SMK Bhipuri Serpong

oleh
Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan. Foto: Dok

Palapanews.com- Tawuran antar pelajar yang diduga dilakukan antara pelajar SMK Bhipuri Serpong dengan SMK Sasmita Jaya Pamulang, memakan korban bernama Ahmad Pauzan Ernanda (18), siswa SMK 1 Sasmita Jaya Pamulang yang ditusuk senjata tajam di bagian wajahnya, di Jalan Raya Puspiptek, Serpong, Selasa (31/7) lalu.

“Pelaku sudah kita identifikasi, sudah kita DPO-kan dan sedang dalam pencarian, mohon doanya biar segera terungkap,” ujar Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Ferdy Irawan kepada awak media di Mapolres Tangsel, Selasa (7/8) kemarin.

Menurutnya, tersangka utama satu orang, yang langsung menusuk. Pelaku diduga pelajar dari SMA berbeda.

“Jadi, bukan dari SMK Bhipuri, dan turut gabung di situ (tawuran),” Kapolres menambahkan.

Hingga saat ini, Kapolres mengaku jajarannya sudah memeriksa 16 pelajar yang terlibat tawuran dari SMK Sasmita Jaya Pamulang dan SMK Bhipuri Serpong.

Namun ia menekankan kembali hal fokus pencarian tersangka utama yang melakukan penusukan.

“Sudah 16 orang kita periksa yang terlibat tawuran, tapi memang kita fokus sekarang ini kepada tersangka utama yang melakukan langsung,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono. Menurutnya, pelaku penusukan bukan berasal dari SMK Bhipuri.

Dalam hal ini, ia juga memaparkan tidak mau melangkahi kewenangan SMA yang masuk kedalam kewenangan Provinsi. Namun, demo oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) beberapa waktu lalu membuat pihaknya melakukan klarifikasi masalah tersebut.

Baca Juga: Korban Tawuran di Serpong Tewas, Begini Cerita Sang Bunda

“Beberapa waktu lalu, kami yang di demo karena tidak bisa menyelesaikan masalah dan menjaga situasi. Tapi karena wilayahnya di Tangsel, oleh sebab itu kami turun tangan dalam membangun penguatan pendidikan karakter,” jelas Taryono di kantornya, Rabu (8/8/2018). (nad)

Komentar Anda

comments