Pemkot Tangerang Segera Turunkan Tim

Dampak Proyek Jalan Tol Jorr II

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan menindaklanjuti persoalan yang menimpa warga Benda yang terkena dampak pembangunan Jalan Tol Jor II Kunciran- Bandara.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pjs Walikota Tangerang, M. Yusuf. Menurut M. Yusuf, pihaknya akan menerjunkan tim untuk membahas dan mengkaji permasalahan yang menimpa warga terkait pembangunan Jalan Tol Jor II Kunciran- Bandara.

“Secepatnya akan kami tindaklanjuti.  kata M. Yusuf.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Dadi Budaeri menerangkan, persoalan yang menimpa warga Benda tentunya akan segera diatasi, karena ini sifatnya kemanusiaan.

“Kami tidak ingin warga Kota Tangerang mengalami kesusahan akibat imbas dari proyek Jalan Tol Jorr II Kunciran- Bandara,” kata Dadi.

Diketahui, sedikitnya sepuluh KK warga Kampung Rawa Bokor, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang menunggu kejelasan dari pihak terkait tentang janji pembebasan lahan milik warga karena terkena pembangunan Tol JORR II Kunciran-Bandara.

Proses pembangunan jalan tol tersebut saat ini sudah dimulai, namun lahan milik warga sebanyak 3 bidang di lingkungan RT 003/001 Kelurahan Benda itu belum juga dibebaskan. Padahal kalau jalan tol itu selesai pembangunannya, sejumlah warga disitu akan terkurung tanpa akses keluar.

Andi, salah satu warga RT 003/001, Kelurahan Benda, Kamis, (22/2) mengatakan dari awal rencana pembangunan proyek tersebut berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah bersama pejabat wilayah dan pihak panitia pembangunan proyek yang dilakukan pada 2014, bidang tanah tersebut akan dibebaskan (ganti rugi) bersamaan dengan bidang-bidang lainnya.

“Karena tergambar akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup kami, karena bidang-bidang kami yang berada diantara tembok Perumahan Taman Mahkota dan jalan tol bila sudah dibangun,” katanya.

Untuk itu, Andi bersama warga lainnya juga sudah melengkapi sejumlah persyaratan dokumen yang diperlukan untuk pembebasan.

Namun hingga saat ini tidak ada kejelasan kapan bidang-bidang itu akan dibebaskan (ganti rugi), sementara proyek pembangunan Tol JORR itu sudah mulai berjalan saat ini.

“Bertahun-tahun kami hidup bagai buah simalakama, pembangunan terus berjalan seakan tak menghiraukan jeritan dan penderitaan kami yang semakin hidup memprihatinkan akibat dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan proyek tersebut,” tambah Andi.

Diakuinya setiap hujan datang, warga selalu dihantui banjir akibat tidak adanya drainase di lingkungannya karena tertutup proyek tol dan perumahan.

Sementara Syukur Yakub, Sekretaris Kelurahan Benda membenarkan adanya keluhan warganya ini. Dia mengaku sudah melakukan sejumlah upaya mendatangi instansi terkait namun belum juga ada jawaban pasti.

“Kami sudah ke Kementerian PUPR, PT Marga Kunciran Cengkareng, dan ke BPN, namun belum juga dilihat-lihat keluhan warga saya,” tutupya. (ydh)