‘Deteksi Dini Keropos Tulang, Kapan & Bagaimana?’

oleh -

Palapanews.com – Menurut data Puslitbang Gizi Depkes RI, 2002 tercatat 1 dari 5 orang di Indonesia berpotensi mengalami osteoporosis. Lalu seperti apa jenis penyakit ini, dan tindakan apa yang harus dilakukan bila Anda divonis terserang osteoporosis.

Siloam Hospitals Lippo  Village, Karawaci Tangerang, menggelar bincang sehat bersama spesialis dengan tema “Deteksi Dini Keropos Tulang, Kapan dan Bagaimana?”.

Acara berlangsung di Ballroom Lt.11, Siloam Hospitals Lippo Village – Tangerang, Sabtu 16 desember 2017. Ratusan peserta hadir dalam bincang dengan 2 nara sumber ini, yakni dr. Putut Sugiantoro, SpOT dan dr. Leny Puspitasari, SpPD.

Mengangkat dua tema perbincangan yakni “Deteksi Dini dan Penanganan Keropos Tulang” dan “Saya Terdeteksi Keropos Tulang, Apa yang Sebaiknya Saya LAkukan?”, menarik untuk disimak mengedukasi peserta menambah wawasan serta pengetahuan tentang osteoporosis yang biasanya menyerang kaum perempuan di usia 30 tahun ke atas, juga kaum laki-laki di usia 60 tahun ke atas.

Osteoporosis merupakan sebuah kelainan tulang yang disebabkan oleh berkurangnya kepadatan masa tulang, sehingga tulang menjadi keropos atau rapuh. Usia memang menjadi salah satu risiko penyebab osteoporosis. Namun, ada beberapa penyebab osteoporosis lainnya yaitu jenis kelamin

“Bila terkena osteoporosis kepadatan tulang berkurang sehingga tulang menjadi keropos dan mudah patah. Osteoporosis bisa menyerang perempuan maupun laki-laki, puncaknya pada usia 25-35 tahun kepadatan tulang menurun sedikit-sedikit,” ungkap dr. Leny Puspitasari, Sp.PD kepada sejumlah media usai acara.

dr. Leny Puspitasari, SpPD

Bagi kaum perempuan umumnya terserang setelah memasuki masa menopause kepadatan tulangnya menurun lebih cepat. Sedangkan pada kaum laki-laki pada usia 60 tahun ke atas mulai terjadi penurunan kepadatan tulang. Tanda-tandanya serangan osteoporosis yang dapat dideteksi antaralain seperti rasa nyeri di bahu atau tidak bisa bergerak. Kurang bergerak juga bisa memicu serangan osteoporosis.

“Cara pencegahannya kita harus aktif bergerak, aktif melakukan olahraga sejak muda, dan asupan vitamin D,” kata dokter Leny menyebutkan diantaranya cara mencegah osteoporosis.

Namun, bila terlanjur terdeteksi etrkena osteoporosis hal-hal yang harus dihindari diantaranya; jangan jatuh yang bisa mengakibatkan patah tulang. Juga harus memperkuat otot-otot, menambah asupan vitamin D, mengkonsumsi makanan yang mengandung protein dan mengkonsumsi obat-obatan untuk kepadatan tulang misalnya; estrogen.

Fakta yang perlu diketahui oleh pasien dengan keluhan osteoporosis ialah keberadaannya yang pelan-pelan dapat menggerogoti kepadatan tulang. Munculnya tanpa gejala sehingaga kerap disebut sebagai silent disease. Untuk itu pasien perlu memperhatikan perubahan pergelangan tangan, pinggul serta tulang belakang.

Pun, perlu diwaspadai keluhan seperti nyeri sendiri atau kesulitan berdiri dan duduk. Meskipun osteoporosis sendiri tidak menimbulkan nyeri, namun jika terjadi patah tulang penderita dapat merasa nyeri hebat. Osteoporosis sejak dini bisa dideteksi dengan BMD Test. BMD ini aman, dan prosesnya cepat. Dengan alat ini bisa mengetahui tingkat kepadatan tulang, apakah tulangnya mulai gejala osteoporosis atau sudah terjadi osteoporosis. “Alat BMD ini memiliki keakuratan yang cukup tinggi sekitar 98 persen. (bd)

 

Komentar Anda

comments