Bapenda Tangsel Rilis Perusahaan Penunggak Pajak, Ini Daftarnya

oleh -
Kabid Pajak Daerah 1 Indri Sari bersama tim penarik pajak mendatangi SPBU di Jalan Pahlawan Seribu.
Kabid Pajak Daerah 1 Indri Sari bersama tim penarik pajak mendatangi SPBU di Jalan Pahlawan Seribu.

Palapanews.com- Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata banyak perusahaan yang tak patuh membayar pajak. Selain Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Pahlawan Seribu, Ciater, Serpong, masih ada lagi sejumlah usaha lain yang ogah bayar pajak.

Dari data yang diberikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel, ada tiga usaha lain yang menunggak pajak puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Para wajib pajak itu, antara lain:

1. SPBU 34.15314 di Jalan raya Pahlawan Seribu yang menunggak sejak 2011 dengan nilai pajak Rp105.304.107.

Pengelola SPBU ini sudah dilakukan peneguran sebanyak tiga kali, jika sampai Jumat (24/11/2017) belum Kooperatif, akan ditempelkan spanduk, tidak taati pajak.

2. Rumah Sakit Bunda Dalima di Jalan Batam, Rawa Mekar Jaya, Serpong yang menunggak pajak selama lima tahun dengan jumlah Rp60.000.000

Pengelola RS Bunda Dalima diberikan teguran sampai lima hari, jika tidak ada itikad baik kembali dilakukan penagihan.

3. Rumah Sakit Putra Dalima di Jalan Rawa Buntu Utara, Sektor I.2, Rawa Buntu, Serpong yang menunggak pajak selama tiga tahun dengan nilai pajak Rp93.000.000

Pengelola RS Putra Dalima diberikan teguran sampai lima hari, jika tidak ada itikad baik kembali dilakukan penagihan.

4. PT Anugrah Hanjaya di Komplek Gudang Tekno, Jalan Widya Tekno, Serpong yang menunggak selama dua tahun dengan nilai pajak Rp150.000.000

PT Anugrah Hanjaya diberikan teguran sampai lima hari, jika tidak ada itikad baik kembali dilakukan penagihan.

“Kita akan terus datangi. Kalau sampai tiga kali tidak bayar juga, terpaksa kita ambil tindakan, dengan memasang spanduk tanah ini belum bayar pajak,” kata Kepala Bidang Pajak Daerah 1 pada Bapenda Kota Tangsel, Indri Sari Yuniandri.

Indri mencatat beberapa perusahaan dan wajib pajak yang enggan bersikap kooperatif dalam pemenuhan kewajiban ini. Seperti beberapa rumah sakit dan sebuah gudang yang ada di kecamatan Serpong.

“Kita tagih terus, ini juga dengan bantuan media saya mau menyadarkan mereka, kalau bayar pajak itu penting,” tegasnya.(one)

Komentar Anda

comments