Maju di Pilkada Kota Tangerang, Kader Partai Wajib Paham Tatakelola Pemerintahan

Palapanews.com- Penjaringan bakal calon (balon) walikota dan wakil walikota tangerang untuk Pilkada 2018 mulai dilakukan oleh partai politik (parpol) di Kota Tangerang.

Demikian pula yang dilakukan oleh PDI Perjuangan yang sudah berjalan selama dua minggu. Menurut Pengamat Politik dan Pemerintahan Indonesia, Hasanudin Bije bahwa PDI Perjuangan menginginkan kader yang bertarung dan menang dalam sebuah kancah Pilkada adalah sebuah keniscayaan sebagai partai pemenang dan berkuasa pada saat ini.

“Kita berharap para kader partai yang maju dan bertarung benar-benar mampu memimpin dan mamahami tatakelola pemerintahan, bukan kader imbuhan yang tidak mengerti tentang kepemimpinan dalam pemerintahan, walaupun sesungguhnya keputusan partai ada pada tingkat pusat,” kata Bije seraya menambahkan, bahkan bisa mungkin yang tidak ikut dalam mekanisme penjaringan balon dapat di rekomendasikan oleh DPP Partai utk maju dalam pilkada.

“Keputusan itulah yang sering terjadi oleh DPP Partai, bahwa walikota dan wakil walikota adalah sebuah jabatan politik yang seharusnya juga di pimpin oleh kader partai politik,” pungkasnya.

Sementara itu, sehubungan dengan wajibnya para pendaftar balon walikota dan wakil walikota melakukan tes urin, itu hanya eforia pengurus partai yang tidak nemahami aturan main di KPU. Walaupun tidak ada larangan bagi panitia penjaringan untuk melakukan itu,karna pada saat calon mendaftar ke KPU pasti akan ada jadwal tes kesehatan dan di dalam tes kesehatan yang di lakukan oleh KPU ada tes urin di dalamnya.

“Jadi sesungguhnya yang perlu di tes urin adalah para pengurus partainya. Kita berharap para panitia penjaringan balon walikota dan wakil walikota yang di lakukan para partai politik di Kota Tangerang mengedepankan visi misi para balonnya untuk membangun ke kemajuan kota dan meningkatkan kesejahtraan masyarakatnya, bukan hanya sekedar mengisi formulir dan mengembalikannya,” jelasnya. (ydh)

Komentar Anda

comments