50 Pasutri di Tangsel Lakukan Isbat Nikah

oleh -
Pasangan suami istri melakukan isbat nikah di Pondok Aren. (nad)
Pasangan suami istri melakukan isbat nikah di Pondok Aren. (nad)
Pasangan suami istri melakukan isbat nikah di Pondok Aren. (nad)

Palapanews.com- Sedikitnya 50 pasangan suami istri (pasutri) dari Pondok Aren, Ciputat dan Ciputat Timur mengikuti Isbat Nikah massal yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Balai Ratu Permai, Pondok Aren, Jumat (4/11/2016).

Untuk melaksanakan Isbat Nikah ini, BPMPPKB menggandeng Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Pasangan yang dinikahkan ini merupakan mereka yang sudah menikah, namun belum memiliki akte atau surat nikah.

“Hal ini kami sengaja lakukan lantaran masih banyak warga Tangsel yang belum memiliki akte nikah. Selain itu juga bertujuan ingin mendapatkan kepastian hukum bagi pasangan suami-istri yang tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA),” ujar Kepala BPMPPKB Kota Tangsel, Apendi.

Isbat nikah yang dilakukan, menurut Apendi untuk melindungi masyarakat khususnya perempuan dan anak. Dengan melakukan isbat nikah, status pernikahan mempunyai kedudukan secara hukum, status anak-anak dan harta jelas dan mendapat perlindungan hukum.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie yang hadir dalam kegiatan itu menambahkan Isbat Nikah merupakan proses pencatatan nikah terhadap pernikahan siri yang telah dilakukan untuk mendapatkan akta nikah sebagai bukti keabsahan pernikahan yang telah dilakukan.

“Penetapan isbat nikah oleh Pegadilan Agama bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari perkawinan yang tidak tercatat,” ungkapnya.

Kota Tangsel telah dilakukan isbat nikah dari tahun 2010 sampai dengan 2015 sebanyak 1.156 pasang. Baik oleh BPMPPKB, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Dompet Dhuafa atau organisasi lainnya.

Dengan layanan terpadu isbat nikah pasangan suami istri langsung mendapatkan salinan penetapan dari Pengadilan Agama yang berkekuatan hukum tetap. Mendapatkan akte nikah dari KUA dan untuk memperoleh akte kelahiran anak dengan menyerahkan surat nikah ke Disdukcapil.

“Melihat banyaknya pasangan yang masih belum memiliki akte nikah, dan keinginan masyarakat untuk mendapatkan kepastian hukum bagi suami istri yang tidak tercatat di KUA namun tidak mampu, maka kedepan Pemkot Tangsel akan melaksanakan isbat nikah dengan layanan terpadu, sehingga mempunyai kedudukan hukum, status anak dan harta jelas juga mendapat perlindungan hukum,” pungkasnya. (nad)

Komentar Anda

comments