Satpol PP Tangsel Bongkar Bangli di Serua

oleh -
Satpol PP membongkar bangunan liar di Bukit Nusa Indah. (nad)
Satpol PP membongkar bangunan liar di Bukit Nusa Indah. (nad)
Satpol PP membongkar bangunan liar di Bukit Nusa Indah. (nad)

Palapanews.com- Sedikitnya 14 bangunan liar (Bangli) di Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditertibkan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Rabu (26/10/2016) lalu.

Penertiban dilakukan atas permintaan warga yang resah karena bangunan yang terdiri dari warung nasi, warung mie ayam, dan beberapa warung makanan lainnya berdiri di atas lahan fasos fasum dan bantaran kali.

“Warga Bukit Nusa Indah merasa terganggu dengan adanya bangli tersebut, sehingga mereka melakukan pengaduan langsung kepada walikota. Atas dasar itu, walikota menginstruksikan kami untuk mengeksekusi bangli yang sudah ada sejak tahun 2000 itu,” jelas Kordinator Pelaksana Eksekusi Bangli, Syarif Hidayatullah.

Menururtnya, Satpol PP sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) sebanyak tiga kali untuk mereka memindahkan warungnya ke lokasi yang sudah disediakan oleh warga.

“Meskipun begitu, tidak ada perlawanan sama sekali dari pihak pemilik bangli, karena mereka sudah tahu bahwa berdiri diatas lahan fasos fasum itu melawan aturan. Suasana pengeksekusian sangat kondusif, mereka mau memahami dan bekerjasama,” jelasnya.

Saat ini, himpunan masyarakat Bukit Nusa Indah sudah menyiapkan lahan taman jajan untuk ditempati oleh warung-warung tersebut. Meskipun berbeda lokasi, tapi ini adalah solusi masyarakat, agar tidak adanya diskriminasi pada penjual.

“Meskipun mereka digusur namun sudah ada tempat baru yang bisa diisi untuk mereka berjualan. Sehingga tidak memutus perekonomian mereka,” paparnya.

Eksekusi bangli ini melibatkan 50 personel Satpol PP, 30 personel kepolisian, dan 20 personel koramil.

Parman, salah satu warga Bukit Nusa Indah mengatakan bahwa nantinya lokasi tersebut akan dikembalikan sesuai dengan fungsinya.

“Lokasi ini tidak cocok untuk dijadikan sebagai warung-warung. Karena akan terlihat kumuh dan kurang bersih. Jika ditempatkan dilokasi yang baik maka kesehatannya pun akan terjaga,” pungkasnya. (nad)

Komentar Anda

comments