HIPMI: Cegah Ekspor Industri Hilir ke Luar Negeri

oleh -
Forum Dialog HIPMI sesi 39 yang membahas soal peluang bisnis hilir BBM. (ist)
Forum Dialog HIPMI sesi 39 yang membahas soal peluang bisnis hilir BBM. (ist)
Forum Dialog HIPMI sesi 39 yang membahas soal peluang bisnis hilir BBM. (ist)

Jakarta, PalapaNews.com – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendesak pemerintah untuk menekan suplai besar-besaran bahan baku Bahan Bakar Nabati (BBN) ke luar negeri.

“Caranya, yakni dengan membuat regulasi untuk mempermudah akses permodalan bagi pengusaha niaga umum skala kecil dan menengah. Sehingga bisnis hilir ini akan semakin mudah digerakkan,” kata Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI, Gafud Masud.

Sebagai penunjang produksi BBN, menurutnya pemerintah perlu memberikan subsidi kepada pengusaha niaga skala kecil dan menengah, insentif pajak, dan penetapan kewajiban minimal wajib pada sektor industri, transportasi, dan komersial.

Lebih lanjut Gafur menyebutkan insentif lain yang perlu diterapkan oleh pemerintah adalah dengan membuka akses perbankan agar pelaku usaha skala kecil dan menengah lebih mudah mendapatkan modal.

“Jika akses perbankan sudah mudah, dukungan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah dukungan pemerintah untuk penelitian dan pengembangan bahan bakar nabati. Pengembangan BBN di Indonesia ini masih terbilang rendah, jadi tak heran bila penggunaannya juga masih rendah,” tandasnya.

Ketua BPP HIPMI Bidang Energi, Sumberdaya Mineral dan Lingkungan Hidup, Andhika Anindyaguna mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara pemgimpor minyak terbesar di dunia. Dengan jumlah konsumsi yang sangat tinggi, dapat mengancam keberlangsungan bahan bakar minyak (BBM).

“Perlu ada terobosan supaya ketergantungan BBM khusunya fosil bisa dikurangi dan beralih ke bahan bakar nabati,” ujar Andhika.

Untuk dapat mengembangkan bahan bakar nabati di Tanah Air, Presiden Sugih Energy ini mengatakan perlu peran serta pemerintah dalam menerapkan kebijakan atau insentif baru khususnya bagi para pengusaha agar memiliki daya tarik dalam berinvestasi.

“Semua stakeholder harus saling mendukung, peran pemerintah mendukung pengusaha ini harus disinergikan agar pemanfaatan energi terbarukan ini bisa maksimal,” tuturnya. (rls)

Komentar Anda

comments