Kenali Risiko Penyebab Asma

oleh -
dr Spesialis Paru RSU Tangsel, dr Dedy Nofizar Sp.P menjelaskan tentang penyakit asma. (one)
dr Spesialis Paru RSU Tangsel, dr Dedy Nofizar Sp.P menjelaskan tentang penyakit asma. (one)
dr Spesialis Paru RSU Tangsel, dr Dedy Nofizar Sp.P menjelaskan tentang penyakit asma. (one)

Tangsel, PalapaNews.com – Penyakit asma merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan, baik di negara maju maupun berkembang seperti Indonesia. Di dunia, diperkirakan 300 juta orang menderita penyakit pernapasan ini. Bahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan 250.000 kematian akibat asma setiap tahunnya.

Maka itu, digalanglah peringatan Hari Asma Sedunia yang diprakarsai Global Initiative for Asthma (GINA). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap asma. Untuk tahun ini peringatan Hari Asma Dunia jatuh pada hari Selasa, bertepatan dengan tanggal 3 Mei 2016.

Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga berupaya mengenalkan penyakit satu ini kepada masyarakat. Kata dokter spesialis Paru RSU Kota Tangsel, dr Dedy Nofizar Sp.P penyakit asma bisa dicegah untuk tidak kambuh. Bahkan, penderita asma bisa menjadi atlet jika yang bersangkutan mampu mengontrol penyakitnya.

“Maka itu ada gerakan ‘you can control your asthma’. Jadi kenali karakteristik penyakit asmanya. Si penderita kan bisa tahu, apa yang menjadi pemicu kambuhnya asma. Misalkan cuaca dingin, bebauan dan lainnya,” kata dr Dedy Nofizar.

Kata dia, pencegahan kambuhnya penyakit asma bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing si penderita. Misalkan si penderita akan kambuh kalau mencium suatu bau, maka upayakan untuk menghindari dari bau itu.

“Asma juga merupakan penyakit yang kambuh saat cuaca dingin, baik musim penghujan atau pancaroba. Biasanya awal tahun jumlah kunjungan penderita asma ke RSU Tangsel itu meningkat 15 sampai 20 persen,” sambungnya.

Dr Dedy Nofizar kembali menegaskan kalau penyakit asma hingga kini belum dapat disembuhkan secara total. Hanya saja, jika penderita mampu mengontrol asmanya, maka risiko tingkat kekambuhan bisa ditekan.

“Yang terpenting itu tingkat kekambuhannya yang tidak terlalu sering. Karena yang saya tahu, penyakit asma itu tidak dapat disembuhkan,” tandasnya. (adv)

Komentar Anda

comments